Sistem Kemudi Canggih Bosch Anti Repot Berkendara

Pada beberapa tahun mendatang, mobil akan mengalami perubahan yang signifikan. Lalu lintas di masa depan akan menjadi elektrik, otomatis, dan saling terhubung. Karena itu Bosch tengah membangun sistem kemudi otomatis untuk masa depan. Seperti dilaporkan Bosch Indonesia, fungsi bantuan kemudi yang diciptakan Bosch sudah mencakup berbagai fungsi kemudi secara luas.

Selasa, 22 Juli 2014 17:15
Ilustrasi Sistem Kemudi Canggih Bosch (istimewa)
Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Pada beberapa tahun mendatang, mobil akan mengalami perubahan yang signifikan. Lalu lintas di masa depan akan menjadi elektrik, otomatis, dan saling terhubung. Karena itu Bosch tengah membangun sistem kemudi otomatis untuk masa depan. Seperti dilaporkan Bosch Indonesia, fungsi bantuan kemudi yang diciptakan Bosch sudah mencakup berbagai fungsi kemudi secara luas.

"Saat ini, fungsi bantuan kemudi sudah mencakup berbagai fungsi kemudi secara luas. Di masa depan, akan terdapat sistem dengan kemampuan lebih tinggi yang akan membantu pengemudi dengan dukungan komprehensif, dan secara bertahap akan membuka jalan untuk kehadiran kemudi yang otomatis secara keseluruhan," kata Dr. Volkmar Denner, CEO Bosch saat menyajikan presentasi bertema Otomobil dan Teknologi Mesin belum lama ini di Stuttgart International Symposium ke-14. .

CEO Bosch menekankan manfaat-manfaat dari kemudi otomatis, dan mengemukakan tantangan yang perlu dipecahkan. "Peluang untuk dapat menyelamatkan 1,2 juta nyawa adalah asal motivasi kami," kata Denner, mereferensikan pada estimasi jumlah kematian di jalan raya setiap tahunnya di seluruh dunia.

Di Jerman, nyaris 90 persen dari semua kecelakaan lalu lintas dikarenakan oleh pengemudi. Bantuan komprehensif di situasi kritis termasuk saat situasi kemudi monoton dapat meningkatkan keamanan pada lalu lintas secara signifikan. Ditambah lagi, kemudi otomatis juga ekonomis.

Sistem kemudi otomatis ini mampu melihat keadaan lalu lintas paling baru, termasuk mencari arah lalu lintas paling efisien sehingga bisa mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan. Selain itu, Kemudi otomatis akan membantu masyarakat usia lanjut untuk tetap dapat berpergian, sehingga memberikan kontribusi kesejahteraan sosial," kata Denner.

Sistem canggih menyeluruh

Di masa yang akan datang, para teknisi Bosch masih memiliki tugas besar. Hal ini dikarenakan kemudi otomatis juga mempengaruhi seluruh sistem kendaraan. "Hanya para produsen mobil dan pemasok otomotif dengan sistem canggih dan menyeluruh yang akan sukses," ujar Denner.

Setidaknya ada lima (poin) prioritas Bosch dalam mengembangkan sistem kemudi otomatis, yakni:

1. Konsep Sensor untuk pengenalan lingkungan secara 360°

Jenis teknologi sensor seperti apa yang diperlukan untuk merekam sekeliling kendaraan dengan cukup baik untuk merekomendasikan tindakan yang tepat? Bosch telah menjual lebih dari satu juta radar dan sensor video. Perusahaan kemudian menggunakan pengalaman ini untuk mengembangkan teknologi tinggi dan ekonomis dalam pengenalan lingkungan berkendara yang akan memenuhi kebutuhan kemudi otomatis.

Ilustrasi (foto: bosmobil.com)

2. Sistem arsitektur berulang

Untuk menjaga kondisi kendaraan ketika ada satu komponen yang bermasalah, akan dilakukan perubahan dalam arsitektur kendaraan. Bosch telah menghadirkan sistem pengulangan (redundancy) yang diperlukan untuk rem, misalnya. Sistem elektromekanis pendorong rem iBooster dan sistem ESP dapat membawa kendaraan untuk berhenti sendiri dan tidak bergantung kepada satu dengan yang lainnya.

3. Keandalan dalam menghadapi kerusakan dan pembajakan

Untuk memastikan bahwa fungsi-fungsi di kendaraan berjalan dengan baik, Bosch menerapkan metode dengan performa tinggi. Meski demikian, validasi lanjutan membutuhkan pendekatan yang baru bila usaha untuk memperbaiki sistem autopilot dipertahankan seperti saat ini. Dengan menggunakan metode yang diterapkan sekarang, lebih dari 250 juta kilometer tes berkendara diperlukan.

Dalam melindungi sistem kendaraan dari pembajakan, Bosch telah menggunakan arsitektur ganda yang memisahkan antara fitur hiburan dalam sistem otomotif dengan sistem-sistem yang dibutuhkan untuk mengemudi. Sebagai tambahan, ahli elektronik menawarkan solusi berbasis hardware dan software untuk keamanan data dan perlindungan akses. "Industri otomotif membutuhkan kejelasan serta konsistensi dalam regulasi perlindungan dan keamanan data," kata Denner.

4. Peta dengan data presisi yang tinggi:

Walaupun akurasi dalam tingkat 'meter' lebih dari cukup untuk sistem navigasi saat ini, namun hal ini tidak cukup untuk kemudi otomatis. Di masa yang akan datang, akurasi level hingga 10 sentimeter diperlukan. Selain itu, peta harus benar-benar diperbarui untuk memastikan bahwa kendaraan dapat mengantisipasi rute yang tepat dan berada di jalur yang benar.

5. Peraturan Hukum:

Menurut Konvensi Wina tahun 1968, yang berfungsi sebagai dasar untuk undang-undang di banyak negara di seluruh dunia, hanya sebagian kemudi otomatis yang tergolong legal.

"Pengesahan peraturan dan pertanyaan yang terkait dengan standar wajib produk saat ini menjadi subyek perdebatan sengit di kalangan asosiasi, pemerintah, dan perusahaan asuransi," ungkap Denner.

Ilustrasi (foto: bosmobil.com)

Konektivitas

Sementara itu kendati konektivitas kendaraan bukanlah keharusan dalam kemudi otomatis, tetapi hal ini membuat berkendara lebih aman dan efisien. Koneksi internet dapat menyediakan data per menit untuk mobil, terkait kemacetan dan daerah jalan yang sedang dalam pembangunan. Konektivitas ini bahkan bisa menyediakan data rambu-rambu lalu lintas yang sudah direkam oleh kendaraan lainnya. Hal ini membuat sistem navigasi rute kendaraan menjadi lebih optimal.

Lebih hebatnya lagi, komunikasi antar kendaraan memungkinkan adanya pemberian informasi untuk memperingkatkan adanya kemungkinan gangguan di jalan, misalnya di mana ujung kemacetan, atau lokasi kendaraan derek yang sedang menuju ke lokasi tertentu.

Konektivitas kendaraan juga akan memberikan peningkatan pada sejumlah jasa, misalnya data dapat disampaikan kepada pusat-pusat pemantauan lalu lintas, perusahaan asuransi, atau operator armada. Bisnis unit Communication Center dari Bosch bernama eCall telah digunakan di sejumlah mobil.

Sementara itu, melalui LeasePlan, Bosch Software Innovations, anak usaha Bosch, merencanakan konsep manajemen armada baru.

"Di masa depan, fitur konektivitas akan menjadi bagian dasar dari arsitektur kendaraan, dan akan memberi kenyamanan, efisiensi, dan keamanan yang lebih dalam mengemudi," tutup Denner.

Perkembangan Teknologi Mobil Lainnya

(kpl/nzr/rd)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami