Sistem Ganjil Genap Disebut Justru Berpotensi Tingkatkan Penularan COVID-19

Kebijakan ganjil genap disebut hanya akan menjadi peluang pemasukan bagi Pemprov DKI Jakarta.

Senin, 03 Agustus 2020 09:15
Sistem Ganjil Genap Disebut Justru Berpotensi Tingkatkan Penularan COVID-19 sosialisasi pelaksanaan ganjil genap di Kawasan Bundaran HI, Jakarta (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com - Trubus Rahardiansyah, pengamat kebijakan publik, menilai kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk mengaktifkan kembali sistem ganjil genap dengan alasan memutus rantai penyebaran COVID-19 tidaklah tepat.

Ia melihat kebijakan ini akan menjadi peluang pemasukan bagi Pemprov DKI Jakarta. Jadi ia merasa alasan yang diutarakan Pemprov DKI hanya dalih semata saja.

Menurutnya, banyak pelanggaran yang terjadi selama ganjil genap diterapkan. Apa lagi saat sudah ada e-tilang. Otomatis, jumlah pelanggar lalu lintas akan semakin banyak.

"Kalau melanggar kan ada saksi, apa lagi ada e-tilang. Saya melihat ini menjadi peluang pemasukan bagi Pemprov DKI. Selama ini kan DKI Jakarta memperoleh penghasilan sekitar 1,1 sampai 1,5 milyar dari pelanggar lalu lintas itu," kata Trubus saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (2/8).

 

 

 

1 dari 3 Halaman

Bukan memutus rantai, kebijakan ini menurutnya justru berisiko meningkatkan jumlah penyebaran virus Corona. Alasannya, karena jumlah pengguna transportasi publik akan membludak sehingga physical distancing sangat tidak mungkin diterapkan.

"Dengan ganjil genap ini, akan terjadi penularan yang tinggi. Orang berkerumun, antre di halte, stasiun. Mereka naik ojol, pakai helm ojol. Kan bisa menular lewat helm," ujarnya. 

 

2 dari 3 Halaman

Semestinya, pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersikap tegas kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan bukan malah memberlakukan ganjil genap.

"Dengan menilang itu kan otomatis mencari pemasukan, jadi bukan karena Covid. Kalau untuk memutus mata rantai penyebaran covid, harusnya ya menegaskan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan," ujarnya 

 

3 dari 3 Halaman

Ia juga menjelaskan sistem ini sebenarnya bisa diterapkan lagi bila kurva pandemi COVID-19 sudah terkendali atau menurun di Indonesia.

"Penerapan ganjil genap harus menunggu kurvanya turun. Saat ini saja belum sampai puncak. Masih jauh puncaknya," ujarnya.

Source: Liputan6.com

(kpl/sdi)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami