Simak Bagaimana Polisi Kena 'Skakmat' Karena Hancurkan Knalpot Racing!

Seorang pemuda mencoba berdialog dengan petugas polisi perihal penyitaan dan penghancuran knalpot racing via chatting, tapi malah diblok. Lho kok bisa?

Jum'at, 13 Mei 2016 10:45
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Entah kejadian lucu, miris, ironis dan segala macamnya bercampur menjadi satu dari satu postingan seorang anggota komunitas di facebook yakni Knalpot Lovers bernama 'Firdaus Ridhan', karena dirinya yang berusaha konfirmasi masalah peraturan knalpot lewat pesan virtual, malah diblok oleh seorang petugas polisi.

Cerita berawal dari postingan sang petugas polisi berakun instagram bobby_febrianto38 yang mengunggah sebuah foto saat penghancuran sebuah knalpot yang disinyalir merupakan hasil sitaan dan dianggap barang ilegal.

Sejurus kemudian, posting dari Firdaus mengarahkan pada dialog antara dirinya dan pak petugas polisi mengenai keberadaan knalpot yang dianggapnya legal, namun oleh petugas polisi tersebut tetap dianggap tak boleh dipergunakan selain di sirkuit untuk balap.

Firdaus nampak gigih mempertanyakan dalam peraturan yang seperti apa, dan mengapa harus sampai disita kalau misalkan legal. Pak polisi sendiri menjawab supaya tidak dipergunakan kembali sehingga harus disita dan dihancurkan.

Lantas Firdaus kemudian mempertanyakan, bagaimana dengan motor Ninja milik polisi sendiri. Karena memang nampak dari screenshot yang diposting, motor Ninja milik polisi tersebut juga memakai knalpot racing. 

Pada akhirnya, Firdaus diblok oleh petugas polisi yang dalam postingan instagramnya tersebut sedang menunggangi sebuah Ninja berwarna merah dan menggunakan knalpot yang juga sepertinya bukan standart pabrik tersebut. Nah, kira-kira apa penyebabnya? Jika Otolovers ingin lihat postingan asli, bisa lewat link berikut karena postingan bersifat private.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami