Setelah Esemka, Kemenperin Masih Dorong Pengembangan Mobil Nasional

Esemka tak jadi mobil nasional, Kemeterian Perindustrian (Kemenperin) masih dorong pengembangannya

Rabu, 11 September 2019 21:45
Setelah Esemka, Kemenperin Masih Dorong Pengembangan Mobil Nasional Unggahan akun FB Bramantya Anindhita Paramecvara (Facebook/Motuba)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Esemka tak jadi mobil nasional, Kemeterian Perindustrian (Kemenperin) masih dorong pengembangannya. Apalagi hal ini dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai hub sekaligus trend setters industri otomotif dunia.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, konsep mobil nasional sebenarnya harus dilihat secara luas. Artinya, mobil nasional bukan hanya soal merek nasional, tetapi semua kendaraan roda empat yang telah diproduksi di dalam negeri.

"Kalau kita bicara soal mobil nasional itu mobil yang diproduksi di Indonesia dan itu build in Indonesia, yang nilai tambahnya di Indonesia, itu mobil nasional," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Menurut Putu, saat ini sebenarnya Indonesia juga sudah masuk dalam era swasemda kendaraan bermotor. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya kendaraan yang diproduksi di dalam negeri dan mampu menembus pasar ekspor dunia.

"Industri otomotif kita sudah cukup berkembang di Indonesia. Kita sudah swasembada kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Kalau kita bandingan dari nilai ekspornya, dibandingkan impornya, kita sudah lebih banyak ekspor kendaraan dalam bentuk CBU dan sekarang menyusul dalam bentuk CKD. Itu dari lokal kontennya, nilai tambahnya sudah besar berkontribusi pada PDB nasional," jelas dia.

 

1 dari 1 Halaman

Pengembangan Flexy Engine

Pengembangan Flexy Engine

Untuk pengembangan mobil nasional ke depan, lanjut Putu, fokus pemerintah bukan lagi mampu memproduksi di dalam negeri, melainkan soal pengembangan dari kendaraan tersebut. Konsep yang akan diusung ke depan untuk mobil nasional yaitu kendaraan bahan bakar fleksibel atau flexy engine.

Dengan konsep ini, maka banyak bahan baku lokal yang bisa dimanfaatkan untuk membangun sebuah kendaraan, karena akan mengkombinasikan energi listrik dengan biofuel atau bahan bakar nabati.

"Kita juga akan mengembangkan flexy engine yang menggunakan biofuel. Apalagi nanti dikombinasikan dengan teknologi electric vehicle dengan biofuel. kita akan jadi trend setters dunia dalam industri otomotif untuk yang berbahan baku biofuel, kombinasi antara listrik dan biofuel," kata Putu.

"Jadi ada listriknya dan pakai fuel dari minyak nabati. Itu akan bagus karena akan ada keberlanjutan, maupun dari segi daya saing. Karena itu local endowment, itu fondasi yang kita punya," tandas dia.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami