Sering Gonta Ganti Jenis Bahan Bakar, Ini Efeknya untuk Mesin Motor

Mesin motor akan semakin cepat rusak jika sering gonta ganti jenis bahan bakar?

Rabu, 24 November 2021 08:15
Sering Gonta Ganti Jenis Bahan Bakar, Ini Efeknya untuk Mesin Motor Pemotor mengisi BBM di SPBU (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Saat ini di Indonesia ada berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) yang dijual, seperti dari oktan 90, 92, hingga 98. Hanya saja beberapa motor memang perlu bensin dengan oktan tinggi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

Sebab mesin motor dirancang dengan jenis bahan bakar yang tepat untuk operasi yang benar dan kinerja yang optimal.

1 dari 3 Halaman

Namun, dalam keadaan darurat, ada kasus ketika tangki diisi dengan bahan bakar jenis lain. Bagaimana mengubah bahan bakar terlalu sering mempengaruhi mesin? Apakah mesin bisa rusak?

Dilansir laman resmi Astra Motor, sepeda motor sering menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu Pertalite dan Pertamax. Keduanya memiliki kandungan oktan yang berbeda. Semakin tinggi angka oktan suatu bahan bakar, maka semakin mahal harganya.

2 dari 3 Halaman

Beberapa orang mencoba mengisi sepeda motornya dengan Pertamax dengan alasan ingin memberikan yang terbaik untuk kendaraan kesayangannya, meski mesin motor tidak secara khusus diperuntukkan bagi bahan bakar tersebut.

Faktanya, menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi tidak selalu memberikan hasil yang lebih stabil. Berbagai jenis mesin sepeda motor memiliki karakteristik yang berbeda.

Demikian pula, menurut peneliti Jerman, Andreas Schaefer, mengubah atau mencampur bahan bakar yang berbeda dalam waktu yang cukup singkat tidak akan memberikan efek maksimal pada performa mesin sepeda motor.

3 dari 3 Halaman

Knocking parah

Ketukan parah, atau knocking terjadi ketika bahan bakar oktan rendah digunakan untuk mesin oktan tinggi. Knocking biasanya disebabkan oleh perbedaan tekanan mesin.

Saat kamu mengganti bahan bakar yang biasa kamu gunakan, mesin secara otomatis menyesuaikan rasio kompresi. Pada mesin sepeda motor modern, hal ini sebenarnya bisa kamu atasi dengan meningkatkan waktu pengapian.

Namun, jika hal ini dilakukan secara konsisten, tentunya akan berdampak negatif. Salah satunya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih boros dan performa mesin yang kurang optimal, padahal maksud dari pikiran adalah untuk menghemat uang dengan menggunakan bahan bakar oktan rendah.

Penulis: Arief Aszhari

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami