Sepak Terjang Berbagai Mobil Merek China di Indonesia

Apa saja sih merek China yang pernah ada di Indonesia? Dan bagaimana perkembangannya hingga sekarang?

Selasa, 09 Januari 2018 08:03
Ilustrasi Wuling Cortez by Nazar Ray
Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com - Atmosfer industri Otomotif Indonesia semakin panas dengan masuknya berbagai varian baru terutama dari China. Jika awalnya Indonesia lebih banyak didominasi oleh produk Jepang dan Eropa, seperti Toyota, Honda, Mercedes-Benz, BMW, kini produsen asal Negeri Tirai Bambu tersebut berani menggeber pasar dengan segudang keunggulan plus harga terjangkau.

Meski sentimen keraguan tentang 'merek China' masih melekat di benak orang-orang Indonesia, nyatanya mereka (produsen China) tetap berambisi besar merebut pasar otomotif tanah air. Bahkan, Wuling tak main-main dengan melakukan riset pasar hingga investasi besar-besaran.

Selain itu, dunia tidak mau tutup mata dan sepertinya melihat perkembangan industri kendaraan China mengalami dinamika yang cukup baik. Hingga sekarang pun, pabrikan asal China terus berangsur-angsur berani 'keluar kandang' dan mencoba menguasai bisnis otomotif global, termasuk sasaran utamanya ialah Indonesia.

Lantas apa saja sih merek China yang pernah ada di Indonesia?

Sekitar tahun 2009 lalu, Geely menjadi salah satu penggerak masuknya mobil China di Indonesia. Kesuksesan Geely tidak bisa dianggap remeh setelah berhasil mengambil alih Volvo dari genggaman Ford di tahun 2009 silam.

Awal mulanya, Geely adalah sebuah perusahaan yang memproduksi pendingin udara dan hanya dalam waktu 20 tahun, mereka berani menciptakan mobil yang salah satunya dijual di Indonesia dengan nama MK serta MK2 dengan harga di bawah Rp150 juta, pada tahun 2009 lalu.

Lalu muncullah city car dengan nama Geely Panda yang ternyata cukup banyak diterima di Indonesia. Mobil ini pada awal peluncurannya dihargai sebesar Rp95 jutaan.

Sekitar tahun 2011, masuklah Chery yang sukses meluncurkan Chery QQ. Nasib produsen ini ternyata tidak semulus Geely di pasar Indonesia.

Chery saat itu hanya mampu menjual 185 unit saja, dan di tahun 2012 sempat melepas 215 unit. Setelah itu, gaungnya tidak terdengar lagi.


Tidak hanya dua merek di atas, banyak importir umum maupun APM (Agen Pemegang Merek) lainnya ikut-ikutan merangsek dan masih bertahan menancapkan kuku mereka di Indonesia. Contoh yang paling nyata ialah Faw, Fotton, Dongfeng dan Shacman.

Berbeda dengan Geely dan Chery yang cenderung memasarkan passanger car, tiga merek di atas lebih fokus pada kendaraan berat antara lain traktor, mixer dan cargo.

Belakangan, dua merek besar pun ikut bermain dan sempat bikin goyah pasar Otomotif Indonesia. Mereka adalah Sokonindo dan Wuling.

Sokonindo memang tidak terlalu santer seperti Wuling dan memang belum secara resmi meluncurkan produk terbarunya. Namun, mereka sudah memasang pancang produksi di Serang, Banten.

Yang paling fenomenal tentu saja Wuling. Mobil ini bisa dibilang menciptakan tren baru dengan meluncurkan basis MPV, Wuling Confero S, yang dihargai jauh di bawah mobil pasaran Jepang.

Belum lama berselang, muncul lagi Wuling Cortez yang berani menantang kedigdayaan Toyota Innova dengan segudang fitur yang menggoda. Bahkan, Wuling Cortez berani disejajarkan dengan Innova Venturer sebagai varian ultimate. 

Lalu, akankah muncul merek lain yang akan masuk ke Indonesia? Kita tunggu saja!

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/sdi)
TAGS :
Ragam,   Geely,   Wuling,   Review
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami