Seorang Kuli Bangunan Kaget Ditagih Pajak Mobil Mewah Sampai Rp200 Juta

Dengan kondisi ekonominya, Dimas Agung kaget ketika ia tercatat belum membayar pajak mobil mewah sebesar Rp200 juta.

Kamis, 21 November 2019 21:45
Seorang Kuli Bangunan Kaget Ditagih Pajak Mobil Mewah Sampai Rp200 Juta Dimas Agung, korban pajak mobil mewah (Liputan6.com)

Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Seorang pemuda berusia 21 tahun, Dimas Agung, mengaku kaget saat rumahnya disambangi petugas Badan Retribusi Pajak Kendaraan DKI Jakarta dan Samsa Polda Metro Jaya.

"Saya kaget, hah? Mobil mewah, mobil darimana pak? Mau ditaruh dimana juga mobilnya? Di sumur?," kata dia mengingat kejadian kemarin dan menuturkannya ulang kepada Liputan6.com, Rabu (20/11/2019).

Meski mengaku shock, pria karib disapa Agung ini berusaha tenang. Pendiriannya teguh selama tak berbuat salah ia tak akan merasa takut.

Petugas pun lalu menujukkan alamat rumahnya yang sama dengan alamat STNK mobil mewah tersebut. Di sana tertera nominal Rp200 juta untuk merek Roll Royce Phantom dengan nama pemilik Ari.

"Namanya Ari, itu mobil katanya harga Rp20 miliar, gimana mau punya mobil, rumah saya saja seperti ini," kata Agung sambil menengok kediamannya yang terletak di gang sempit di Jalan Mangga Besar IV P Jakarta Barat ini.

Agung mengatakan petugas yang berada di rumahnya pun langsung percaya bahwa tak ada kebohongan dari pengakuannya. Pria yang kesehariannya sibuk menjadi kuli bangunan ini pun diminta membubuhi tandatangan dalam surat pemblokiran yang akan membersihkan namanya dari pengemplang tak bertanggung jawab.

"Jadi ya semoga sekarang kalau ngurus apa-apa gitu sudah bisa, nama saya udah diblokir dari yang tertera di pajak mobil mewah itu bukan jadi data saya lagi," tutur dia lega.

1 dari 2 Halaman

Namanya Dicatut

Agung bercerita, awal mula ia mengetahui namanya dicatut pengemplang pajak sekira dua sampai tiga bulan lalu. Dia tak ingat kapan persisnya namun saat itu, dirinya sedang ingin mendaftarkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Namun sebelumnya bisa mendapatkan KIS, Agung diminta melengkapi dengan kepemilikan BPJS. Saat tengah mendaftarkan diri tersebut lah, Agung diberitahu petugas administrasi bahwa dirinya tidak layak mendapat keringanan BPJS karena dirinya tercatat memiliki kendaraan mewah.

"Saya langsung pasrah, punya kendaraan mewah bagaimana, tidak tahu jugalah," kata Agung pasrah kala itu.

Hingga sebulan kemarin datanglah surat tagihan pajak mobil mewah yang mampir ke rumahnya. Dari situ lah Agung merasa semua terhubung.

"Oh jadi ini maksudnya, dari situ saya baru nyambung yang dikatakan petugas BPJS itu, tapi ya saya diemin aja itu surat karena ya saya pikir bukan punya saya juga," jelas dia.

Agung yang awalnya cuek tak menanggapi, hingga surat itu datang sampai tiga dan kemarin datanglah petugas terkait.

2 dari 2 Halaman

Dicurangi Teman

Agung mengaku tidak pernah memberikan KTP termasuk data dirinya kepada siapa pun. Kecuali pada 2017 dirinya pernah membantu temannya yang ingin membeli motor dengan persyaratan KTP.

"Teman saya tidak punya KTP, minta tolong pinjem ke saya, saya kasih," kata dia.

Setelah itu Agung merasa tak ada yang terjadi. Karenanya hidupnya pun berjalan biasa saja setelahnya. Hingga dua tahun setelahnya di 2019 datanglah tagihan pajak Rp 200 juta untuk Roll Royce Phantom.

"Jadi sepertinya dari 2017 ya biasa saja, mungkin pajak mobil itu dibayar terus nah baru tahun ini mungkin telat bayar jadi ditagih gini," Agung menandasi.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami