Sempat Mereda, Kasus Corona (COVID-19) di Korsel Melonjak Usai Masuk Masa New Normal

Korsel perlonggar pembatasan sosial dan masuk masa New Normal pada awal bulan ini. Tak disangka lonjakan kasus COVID-19 terjadi lagi, mulai dari kasus di klub malam Itaewon, di TK, dan kini di pusat logistik di kota Bucheon.

Kamis, 28 Mei 2020 19:00
Sempat Mereda, Kasus Corona (COVID-19) di Korsel Melonjak Usai Masuk Masa New Normal Orang-orang membeli masker di toko ritel di kota tenggara Daegu, Selasa (25/2/2020). Korea Selatan menjadi negara pertama di luar Cina daratan dengan infeksi virus COVID-19 terbesar dan membuat presiden Moon Jae-in memberikan status siaga tinggi. (Jung Ye

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Banyak cara yang telah dilakukan Korea Selatan untuk perangi Corona (COVID-19), bahkan sehari bisa sampai lebih 15 ribu orang yang dites. Hasilnya sejak bulan lalu negara tersebut mampu tekan penyebaran COVID-19. Tercatat kasus harian di bawah 50 orang, bahkan sempat nol kasus.

Oleh sebab itu Korsel perlonggar pembatasan sosial dan masuk masa New Normal pada awal bulan ini. Sektor bisnis dan sekolah kembali dibuka. Tak disangka lonjakan kasus COVID-19 terjadi lagi, mulai dari kasus di klub malam Itaewon, di TK, dan kini di pusat logistik di kota Bucheon.

Melansir Liputan6.com, dilaporkan kantor berita Yonhap, Kamis (28/5/2020), ada 82 kasus yang sudah dilacak dari fasilitas logistik Coupang di Bucheon. Alhasil, 4.159 orang terkait fasilitas itu harus ikut tes corona. Sejauh ini 2.854 orang hasilnya negatif.

"Sepertinya tindakan preventif melawan epidemi, seperti memakai masker atau libur ketika sakit, tidak dilaksanakan dengan patuh oleh pegawai-pegawai di fasilitas itu," ujar Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.

1 dari 2 Halaman

Per 28 Mei, kasus harian di Korsel menyentuh 79, tertinggi dalam 53 hari.

Sebelum klaster Coupang, ada lagi kasus di Seoul ketika seorang guru menularkan Virus Corona ke anak 6 tahun. Puluhan murid dan orang tua akhirnya harus dites.

Hotspot COVID-19 tertinggi di Seoul adalah klaster klub Itaewon dengan total 131 kasus. Pemerintah Seoul akhirnya menutup seluruh klub malam di kotanya dan harus melacak ribuan pasien.

2 dari 2 Halaman

Kasus di Korsel

Pengunjung mengenakan masker berjalan di dekat Gwanghwamun, gerbang utama Istana Gyeongbok abad ke-14, dan salah satu landmark terkenal Korea Selatan, di Seoul, Sabtu (22/2/2020). Korsel pada hari Sabtu melaporkan lonjakan enam kali lipat infeksi virus dalam empat hari ke 346. (AP Photo/Lee Jin-man)

Berdasarkan data Korea CDC per 28 Mei, Korsel telah melakukan 868.666 tes Virus Corona. Dalam 24 jam, ada tambahan 15.970 tes.

Total kasus di Korsel mencapai 11.344, bertambah 79 kasus dalam 24 jam. Sementara, total sembuh ada 10.340 pasien.

Saat ini, ada 22.370 tes yang sedang dalam proses di Korsel. Total yang dites negatif secara keseluruhan mencapai 834.952.

Kemudian untuk kasus tertinggi ada di Daegu dengan 6.880 kasus. Lalu di Seoul dan Busan ada sebanyak 826 dan 145 kasus.

Klaster klub Itaewon menjadi kasus tertinggi di Seoul. Bahkan kasus klaster klub Itaewon juga muncul di Busan, Byeonggi, dan beberapa wilayah lainnya.

(kpl/ahm)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami