Semakin Canggih Sebuah Mobil Ternyata Makin Tak Aman, Ini Fitur Paling Bermasalah

Jaminan keselamatan menjadi satu dari sekian hal yang menjadi pertimbangan konsumen saat membeli mobil mewah. Tapi rupanya, teknologi yang banyak disematkan pada beberapa mobil mewah pun tak bisa menjamin hal itu.

Senin, 13 Mei 2019 18:45
Semakin Canggih Sebuah Mobil Ternyata Makin Tak Aman, Ini Fitur Paling Bermasalah Ilustrasi teknologi yang dimiliki mobil-mobil canggih (Zing)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Semakin berkembang teknologi, alat-alat yang mempermudah aktivitas manusia pun semakin canggih. Termasuk mobil.

Namun ternyata hal itu berbanding terbalik dengan tingkat keamanannya. Mengapa begitu?

Melansir zing, organisasi riset di Amerika Serikat, JD Power melakukan evaluasi tentang hal tersebut. Menurutnya, teknologi yang lengkap pada mobil membuat mobil tak bisa diandalkan dan tidak aman.

Survey terbaru mereka pada mobil Inggris menunjukkan bahwa semakin banyak teknologi yang disematkan, masalah yang muncul berkaitan dengan keselamatan.

Hal itu disebut sebagai masalah paling internal dari 10 masalah umum yang biasa terjadi. JD Power menyebut bahkan banyak masalah tersembunyi akibat hal itu.

Penelitian yang dilakukan pada lebih dari 11.500 pemilik kendaraan selama 12-36 bulan, bisa diidentifikasi serangkaian masalah dari 180 parameter.

1 dari 1 Halaman

Salah Satunya Alarm

Salah Satunya Alarm

Data JD power menunjukkan bahwa 16,6 dari 100 kendaraan memiliki masalah sistem navigasi. Jumlah itu meningkat dari survey tahun lalu. Tapi sistem navigasi masih jadi fitur paling bermasalah.

Lalu, sistem alarm dan cruise control punya kesalahan lebih sekitar, 1,5 dari 100 mobil. Sementara itu sistem keselamatan seperti blind spot dan lane departure warning, rata-rata 2,4 dari 100 mobil.

Jumlah itu juga naik dua kali lipat ketimbang tahun lalu. Pada mobil mewah dengan harga mahal, ditemukan 4 masalah dari 100 mobil pada fitur tersebut.

Penanggung Jawab Operasi JD Power Eropa, Josh Halliburton mengatakan bahwa alarm bisa membuat pengemudi tidak mempercayai advanced self-propelled system.

"Produsen mobil perlu memperbaiki sistem ini, terutapa mobil kelas atas. Mengingat keselamatan adalah kunci untuk menarik pembeli mobil," ujar Josh.

Ketika membeli mobil mahal, konsumen biasa mempertanyakan soal keamanan mobil. Selain itu juga soal self-propelled jika terjadi kesalahan lain.

JD Power juga merilis merek yang paling banyak membuat kesalahan. Dari 10 merek, hanya ada satu merek mobil mewah.

 

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami