Sebelum Mudik, Lakukan 4 Tindakan Ini Pada Ban

Musim mudik 2018 sebentar lagi akan datang. Mempersiapkan kendaraan menjadi sebuah ritual penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Salah satu komponen yang harus diperiksa adalah ban. Soalnya, ban merupakan komponen yang bersentuhan langsung dengan jalanan sekaligus sebagai penopang bobot kendaraan.

Rabu, 09 Mei 2018 13:45
Foto: Muhammad Hafid Asisi
Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Muhammad Hafid Asisi

Otosia.com - Musim mudik 2018 sebentar lagi akan datang. Mempersiapkan kendaraan menjadi sebuah ritual penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Salah satu komponen yang harus diperiksa adalah ban. Soalnya, ban merupakan komponen yang bersentuhan langsung dengan jalanan sekaligus sebagai penopang bobot kendaraan.

Terdapat empat tindakan yang harus dilakukan agar kondisi ban selalu prima. Sebenarnya tindakan ini tak hanya perlu dilakukan sebelum memulai perjalanan mudik, namun juga untuk keseharian. Apabila salah satu dari empat tindakan ini diabaikan, selain kondisi ban menjadi cepat rusak, perjalanan menggunakan kendaraan akan menjadi sangat berbahaya. Berikut empat tindakan perawatan ban.

1. Memerika tekanan angin. Menjaga tekanan angin pada ban wajib hukumnya. Soalnya, dampak negatif akan muncul pada ban yang kekurangan atau kelebihan tekanan angin. Saat pemeriksaan tekanan angin, sesuaikanlah tekanan angin dengan berat muatan, atau naikan tekanan ke standar maksimum.

Pemeriksaan sendiri dapat dilakukan setiap satu bulan sekali, namun akan lebih baik apabila diperiksa setiap dua minggu sekali. Pastikan pula waktu pemeriksaan dilakukan pada saat suhu ban dingin.

"Merawat ban merupakan tindakan yang harus dilakukan secara rutin. Namun, yang terpenting sebenarnya adalah menjaga tekanan angin," jelas Deni Arief Pribadi selaku Department Manager Training and Product Evaluation PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) dj Karawang, Selasa (08/05).

2. Membersihkan ban. Seiring pemakaian kotoran atau benda asing dapat menempel pada ban. Jika dibiarkan benda asing ini berpotensi merusak ban lebih jauh.

3. Periksa ban bagian luar. Tindakan ini untuk memastikan adanya kondisi abnormal seperti robek atau retak. Jika memang ada, disarankan untuk melakukan penggantian ban, karena berpotensi pecah saat berkendara.

4. Periksa tingkat keausan ban. Untuk melakukannya dapat melihat indikator keausan atau Thread Wear Indicator (TWI) yang terbenam pada tapak ban.
Indikator ini memiliki ketebalan sekitar 1,6 mm, di mana menjadi batas tapak ban maksimum. Bila tapak ban sudah sejajar dengan indikator ini, pengendara wajib melakukan penggantian ban.

"Apabila garis itu sudah muncul, tandanya harus segera diganti bannya dengan yang baru," tutup Deni.

(kpl/fid/ahm)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami