Scorpio 'Mesin Perang' Garapan Street Arts Custom

Sentuhan Street Arts Custom buat Scorpio milik Tedy jadi tampak garang, begini spesifikasinya!

Senin, 20 Februari 2017 15:15
Scorpio (foto: Street Arts Custom)
Editor : Fajar Ardiansyah
Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Saat wara-wiri dalam sebuah pameran motor custom di Jakarta, pandangan Edyanto Tedy tidak pernah lepas dari salah satu motor garapan Street Arts Custom (SAC). Ia pun makin jatuh hati pada motor custom. Ia ingin besutannya dipoles seperti apa yang ia lihat di pameran.

Tedy sudah tahu mau kemana ia bertanya dan mewujudkan keinginannya. Setelah berdiskusi panjang dan lebar dengan Arie, punggawa SAC, maka disepakatilah sebuah konsep scrambler yang siap dibangun pada Yamaha Scorpio miliknya.

"Customernya mau semua bagian motor terlihat padat berisi. Maka dari itu, kalau dilihat dari hasil akhirnya, banyak bagian parts yang diisi di samping kanan kiri dari motor. Bisa dilihat adanya tambahan oil cooler di depan mesin, header knalpot dan filter karburator berada di sebelah kanan mesin. Sedangkan headlamp atau fog lamp 5 inch diletakan di sebelah kanan bersamaan dengan kunci kontak," beber Arie.

Pada bagian tangki motor, sedikit mencontek model BMW yang mempunyai ciri khas besar dan "celup" ke dalam mesin. Pada bagian rangka, jika diperhatikan, Arie sedikit ber-eksperimen menggunakan plat dengan ketebalan 6 mm yang dibuat sedemikian rupa.

"Aaya bosan menggunakan rangka turbular kecil seperti original motor," ungkapnya memberi alasan.

Arie cukup apik merestorasi sektor kaki-kaki. Soal yang satu ini ia tidak sembarangan asal comot komponen. Jika dilihat shockbreaker bawaan pabrik seperti tidak kokoh, tidak heran jka dipensiunkan, dan diganti dengan peredam kejut milik Yamaha Byson agar terkesan kekar.

Untuk swing arm Arie mengaplikasi handmande bikinan SAC dengan konstruksi monoshock original Scorpio yang sedikit dipermak ulang agar tidak amblas.

Masih di sektor kaki-kaki, Arie memasang velg Rossi ukuran 300 x 18 di depan dan 350 x 18 belakang, yang kemudian dibungkus dengan ban Shinko SR241 ukuran 350 x 18 di depan dan 400 x 18 belakang.

Restorasi campuran juga diterapkan Arie pada jok. Maka dipilihlah jok beraliran chopper, sehingga motor sedikit terlihat nyentrik. "Jok belakang sebenarnya model yang biasa digunakan pada aliran chopper. Namun saya mix and match digunakan di motor ini," terang Arie.

Sementara jok single seater ini jika diperhatikan di tanam lampu belakang dan sein LED serta dibalut oleh exlusive sintetic leather.

Desain painting yang digunakan sedikit bergaya "steam punk", kombinasi antara merah candy dengan airbrush bermotifkan plat yang karatan agar sesuai dengan julukan motor, "War Machine".

Selanjutnya Arie mengisi motor ini dengan variasi custom lainnya, seperti spion, handgrip, spidometer, dan sebagainya, Untuk part ini bisa dilihat di Instagram @sac_product.

"Buat gue prefer deal dengan pihak yang bisa diajak tuker pikiran, bukan cuma menawarkan harga dan mau dibikinin seperti apa, dan inilah hasil yang gw mau, keren!," tandas Tedy, si pemilik motor

"Kenapa gue puas? Karena prosesnya gue diajak ikut berkonstribusi memberikan ide untuk motor gue sendiri dan Arie beserta team Street Arts Custom dapat memberikan advice serta solusi jika kemauan gue kurang pas dengan konsep," tutur Tedy lagi. 

Spesifikasi

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/nzr/fjr)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami