Restorasi Ertiga Elegan Ala Freedom Community Surabaya

Tak ingin memodifikasi berlebihan, Rama Moishuke hanya merestorasi Suzuki Ertiga 2015 miliknya dengan konsep elegan.

Jum'at, 13 Januari 2017 13:15
Ertiga Freedom Community (foto: Istimewa)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Pria yang tergabung dalam Freedom Community Surabaya ini mengaku konsep tersebut sangat sesuai untuk penggunaan harian. Di mana pengubahan tak menghalangi sisi fungsional kendaraan sebagai sarana transportasi.

"Konsep elegan, karena konsepnya bisa dilihat dan dipakai buat harian. Dan untuk interior, kan saat kita masuk ke dalam mobil tidak terasa penat setelah bekerja seharian. Justru jadi sarana refreshing, jadi adem kalau masuk ke dalam mobil," ucap Rama.

Membutuhkan waktu yang tak sebentar, proses modifikasi dimulai dari memilih velg yang tepat. Pemilihan velg ini diperlukan agar bisa menentukan konsep serta sebisa mungkin tak mengubah tampilan bodi.

"Velg sempat ganti sampai 8 kali dari velg 17 ke 18. Velg 18 juga berubah-ubah lebarnya dari 8-9, diupdate lagi jadi 8,5-9,5 kemudian 9,5-10, terakhir pakai 9,5-11. Diusahakan agar se-natural mungkin tanpa pakai wide body tapi bisa velg lebar," jelas Rama.

Puas dengan pemilihan velg, Rama beralih ke kaki-kaki lain. Ia mengustom shock dan per agar kesan ceper didapat. Keseluruhan sektor tersebut dimodifikasi oleh toko Strike Surabaya yang disponsori TKB Group Indonesia.

Puas merombak kaki-kaki, Rama beralih ke eksterior dengan mempercayakan kepada Alto Design yang sekaligus merupakan markas dari Freedom Community Surabaya. Eleganitas Ertiga diperkuat dengan penambahan full bodykit. Penyematan komponen tersebut secara tidak langsung menambah kesan ceper.

"Full bemper keliling kustomnya copotan dari Alphard. Jadi dikustom biar beda dengan yang lain," jelas Rama.

Tak berhenti sampai di situ, sektor pencahayaan ditingkatkan dengan penyematan proyektor dengan housing yang diwarnai putih. Sedangkan di bagian belakang, bodykit menyesuaikan bentuk muffler yang baru. Di sini Rama merombak sistem gas buang dengan menambahkan 4 buah muffler yang diposisikan di kiri dan kanan. Alhasil pengubahan tersebut menambahkan kesan balap dalam aura elegan.

Beralih ke sektor interior, perubahan drastis dilakukan untuk mewujudkan konsep elegan. Jok ditransformasi ulang dengan model sofa yang dibalut pelapis MB-Tech. Pelapis berwarna putih ini turut merambah bagian yang lain seperti doortrim, pilar dan plafon. Berbeda dengan area dashboard, Rama justru mengaplikasikan pelapis bulu berwarna putih yang justru membuat kesan mewah.

Bak mobil limousine, sebuah mini bar tampak bertengger di jok tengah baris kedua, lengkap dengan pencahayaan berwarna pink keunguan yang terkesan glamour. Kemewahan tak berhenti sampai di situ, lantai tak luput dari perhatian Rama dengan pengaplikasian lantai serat kayu di bagian depan dan 3D di bagian penumpang.

Puas merubah bagian depan dan tengah kabin, di belakang Rama mentransfrmasi bagasi menjadi istana multimedia. Meski mengaku tak memasang target teresendiri dalam memodifikasi audio, beragam komponen multimedia seperti 3way Agaco, 2 power 4 channel Cubiq, 2 Sub Cubiq 12 inci, 4 speaker Cubiq dan Monoblok Charteg tampak tersusun apik dalam kotak audio custom.

"Kalau audio cuma kosmetik saja. Yang penting enak didengar. Tidak begitu ikut kategori audio, hanya sebagai pelengkap untuk konsep elegan," tutup Rama.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/fid/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami