Salah Pemahaman Busi Multi Ground Electrode Sama dengan Racing

Oleh Nurrohman Sidiq pada 02 Des 2022, 11:04 WIB
Diperbarui 02 Des 2022, 11:04 WIB
Busi Iriway 9 dan Racing Competition (doc. Otosia.com)
Busi Iriway 9 dan Racing Competition (doc. Otosia.com)

Otosia.com, Jakarta Busi memang banyak ragamnya. Meskipun bentuknya kecil, tapi peruntukannya sangat vital dalam proses kombusi kendaraan.

Makanya, keberadaannya pun disesuikan dengan spesifikasi dapur pacu yang kompleks dengan berbagai kebutuhan.

Salah satu busi yang sering dilirik memiliki elektroda lebih dari satu, atau disebut multi ground electrode. Ini merupakan busi jenis nickel alloy yang biasa memiliki kepala dua sampai empat. 

 

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini
 

Bukan Busi Racing

Perbandingan kepala busi (PT NGK Busi Indonesia)
Perbandingan kepala busi (PT NGK Busi Indonesia)

Tapi bukan berarti makin banyak elektroda, maka pengapian kian kuat. Bahkan pendapat bila busi dengan lebih banyak elektroda sama dengan busi racing adalah kekeliruan yang harus diluruskan.

"Saya cuma mau pesan ke konsumen bahwa multi ground bukan busi racing. Ada selentingan yang saya dengar dari banyak konsumen begitu," terang Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia kepada Otosia.com, dikutip Kamis (1/11/2022).

Ia justru membandingkan dengan tipe lain yang justru tanpa kepala atau gundul. Menurut Diko, ada busi yang disebut semi surface spark plug yang botak tanpa elektroda. Meski begitu, pengapiannya jauh lebih bagus.

"Sejauh ini malah yang semi surface spark plug (busi tanpa elektroda) atau biasa dibilang busi kepala botak malah lebih bagus buat mesin racing yang mau ngepush AFR (Air Fuel Ratio) sampe mepet," pungkasnya.

Busi Kepala Tunggal vs Banyak

Selain itu, Diko lebih lanjut menegaskan bila tujuan utama adanya beragam bentuk elektroda sebenarnya untuk menjaga keausan busi agar lebih tahan lama.

"Secara basic development tujuan utama pembuatan multiground electrode itu adalah biar keausan si busi lebih tahan lama, dan kemungkinan penumpukan karbon bisa dicegah," ujarnya.

Oleh karena itu bila diminta membandingkan antara elektroda tunggal atau banyak, menurutnya justru versi single punya kelebihan tersendiri.

"Kenapa begitu? Karena syarat untuk pengapian yang baik adalah fokus, tidak bergeser kemana-mana. Firing point tidak bergeser dan tetap di titik utamanya. Kalau titik pengapian berpindah-pindah, daya ledakan api untuk menghasilkan gaya dorong piston tidak rata. Jadi single electrode untuk meningkatkan pengapian dan akselarasi karena fokus mengejarnya di titik pengapian," imbuh Diko.

Untuk multi elektroda, contohnya tiga, menyalurkan api ke tiga sisi secara bergantian. Dengan begitu keausan elektroda bisa rata. Selain itu potensi penumpukan karbon juga bisa dicegah karena karbon tidak sempat menutup elektroda.

Akan tetapi, sesungguhnya masing-masing tipe busi beserta elektrodanya tidak bisa dijustifikasi sebagai kelebihan atau kekurangan. Serta, bukan berarti busi juga multi elektroda tidak bagus, melainkan disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan.

Busi multi elektroda kerap digunakan pada motor trail yang membutuhkan torsi besar.

Busi Balap yang Sesungguhnya

Heat range busi balap (NGK Busi Indonesia)
Heat range busi balap (NGK Busi Indonesia)

PT NGK Busi Indonesia dalam YouTube NGK Busi, dikutip Kamis (1/12/2022) menjelaskan bila busi balap atau racing spark plug memiliki varian tersendiri. Ada dua varian yang ditawarkan, yaitu Iriway dan Racing Competition. Salah satu spesifikasi yang ditawarkan dua busi balap itu terletak pada kemampuannya menahan panas ekstrem yang lebih dari busi untuk motor non-balap.

Busi Iriway 9 memiliki tipe yang sama dengan Iridium IX. Yang membedakan keduanya, Iriway Series dirancang untuk mampu menahan panas lebih tinggi, sehingga bisa dipakai untuk ruang bakar ekstrem seperti kendaraan modifikasi atau balap. Bahkan heat range busi ini sampai di atas 7. Busi ini diperuntukkan bagi kendaraan empat roda. 

Busi Racing Competition juga memiliki kemampuan layaknya Iriway 9 dan bisa disesuaikan untuk kendaraan dengan mesin oprek atau racing. Heat range-nya pun di atas 7. Hanya bedanya, Racing Competition bisa dipakai untuk kendaraan roda dua maupun empat.

Sebab kemampuan dan juga konstruksi material yang dipakai, bisa dibilang, dua tipe busi ini tergolong dalam kategori 'istimewa'.

"Kenapa racing spark plug ini disebut busi yang sangat istimewa? Karena memang di dalam racing spark plug itu DNA balap, atau yang kita sebut dengan menggabungkan semua kombinasi kepala busi itu ada di dalam situ. Jadi bukan cuma bentuk kepala busi yang sifatnya single electrode, double ground electrode, atau pun yang sama sekali enggak ada eletrodanya, kita punya di situ," tutup Diko.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya