Simak Baik-baik! Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara, Disertai Tulisan Arab serta Artinya

Oleh Ahmad Muzaki pada 08 Sep 2022, 10:03 WIB
Diperbarui 08 Sep 2022, 10:03 WIB
Ilustrasi pengemudi yang akan bepergian (wired.com)
Ilustrasi pengemudi yang akan bepergian (wired.com)

Otosia.com, Jakarta Saat bepergian baik dengan kendaraan darat, laut, atau udara, hal yang paling utama adalah selamat sampai tujuan. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk berserah diri kepada Tuhan dengan berdoa meminta keselamatan.

Pada dasarnya doa naik kendaraan dibagi menjadi tiga, yakni ketika menaiki kendaraan darat, laut, dan udara. Dalam kitab al-Adzkar karangan Imam Nawawi, disebutkan bahwa orang yang menaiki kendaraan dianjurkan untuk membaca doa berikut.

Pertama diawali dengan membaca lafadz basmalah kemudian dilanjut dengan membaca doa berikut yang dikutip dari NU Online.

الحَمْدُ للهِ/سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Arab-latin: Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.

Artinya: “Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Video Terpopuler saat Ini

Lalu Takbir

Setelah itu, membaca lafadz hamdalah dan takbir masing-masing sebanyak tiga kali. Lalu membaca doa berikut.

سُبْحَانَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Arab-latin: Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.

Artinya: “Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Namun, umumnya membaca doa naik kendaraan hanya lafadz basmalah lalu membaca subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.

Doa tersebut sering dibacakan saat menaiki kendaraan darat. Lantas, bagaimana doa ketika kita menaiki kendaraan laut dan udara?

Doa Naik Kendaraan Laut

Ketika kita akan berlayar dapat membaca doa naik kendaraan laut yang dibacakan Nabi Nuh AS. Lafal doa Nabi Nuh saat berlayar atau menaiki bahtera adalah sebagai berikut.

بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

Arab-latin: Bismillâhi majrêha wa mursâhâ, inna rabbî la ghafûrur rahîm.

Artinya: “Dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam sebuah hadis yang dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam kitab al-Adzkar.

“Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibnu Sinni dari Husein bin Ali RA, ia berkat bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Aman dari tenggelam bagi umatku bila mereka membaca doa ketika menggunakan kendaraan laut, ‘Bismillâhi majrêha wa mursâhâ, inna rabbî la ghafûrur rahîm, (Hud ayat 41). Wa mâ qadarullâha haqqa qadrihî..., (Az-Zumar ayat 67),” demikian terjemahannya dikutip dari NU Online.

Doa Naik Pesawat

Selain mengetahui doa naik kendaraan darat dan laut, kita juga mesti tahu doa saat naik kendaraan udara atau pesawat. Bisa saja dalam waktu dekat ini Allah menakdirkan kita untuk bepergian dengan pesawat.

Kita bisa membaca doa berikut saat naik pesawat atau kendaraan udara.

اللهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Arab-latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antas shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridloi.

Ya Allah, permudahkan lah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

Wallahu’alam.

Penulis: Muhamad Husni Tamami

Sumber: Liputan6.com

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya