Pengamat: Idealnya Harga Pertalite Rp9.250 atau Naik Rp2.500

Oleh Ahmad Muzaki pada 16 Agu 2022, 19:18 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 19:18 WIB
SPBU (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
SPBU (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Otosia.com, Jakarta Pemerintah saat ini terus memberi sinyal akan menaikkan harga BBM. Bahkan, menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, pemerintah sudah berkali-kali rapat untuk membahas hal tersebut.

"Kita sudah rapat beberapa kali. Semua sedang dihitung (kenaikan harga BBM)," kata Susiwijono di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat (15/8).

Ekonom Energi, Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi menilai sudah seharusnya pemerintah menaikkan harga BBM. Menurutnya, kenaikan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp 2.500 sehingga harganya menjadi Rp 9.250 per liter.

"Idealnya, harga Pertalite dinaikan Rp. 2.500 menjadi Rp 9.250," kata Fahmy saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (15/8/2022).

Kenaikan harga BBM Pertalite ini kata Fahmy seharusnya diikuti dengan penurunan harga BBM Pertamax. Dia menyarankan pemerintah menurunkan harga Pertamax menjadi Rp 10.750 dari harga saat ini Rp 12.500.

"Harga Pertamax diturunkan Rp. 1.750 menjadi Rp. 10.750," kata dia.

Video Paling Dicari saat Ini

Biar Tidak Terjadi Disparitas

Penurunan harga Pertamax ini bertujuan agar tidak terjadi disparitas harga yang tinggi antara Pertalite dan Pertamax. Sehingga masyarakat mau kembali mengkonsumsi Pertamax.

"Kenaikan Pertalite sekaligus menurunkan harga Pertamax agar disparitas keduanya maksimal Rp. 1.500. Tujuannya untuk mendorong konsumen Pertalite migrasi ke Pertamax," tutur dia.

Strategi penyesuaian harga ini juga harus dibarengi dengan upaya pembatasan BBM bersubsidi. Agar yang menikmati subsidi lebih tepat sasaran.

"Selain kebijakan harga tersebut, upaya pembatasan agar BBM Subsidi tepat sasaran harus tetap dilakukan," kata dia.

Dengan kombinasi dua kebijakan tersebut, dinilai akan mampu meringankan beban APBN untuk membayar kompensasi dan subsidi energi. Apalagi tahun ini saja pemerintah telah menggelontorkan Rp502 triliun untuk subsidi BBM.

"Dengan kebijakan strategi harga dan pembatasan BBM subsidi, beban subsidi energi dapat diturunkan," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya