3 Jenis Mobil Ramah Lingkungan, Apa Saja Bedanya?

Oleh Redaksi Otosia pada 06 Agu 2021, 22:15 WIB
Diperbarui 06 Agu 2021, 22:15 WIB
Salah satu mobil ramah lingkungan berteknologi PHEV. (Istimewa)
Salah satu mobil ramah lingkungan berteknologi PHEV. (Istimewa)

Otosia.com Belakangan mobil ramah lingkungan menjadi ramai diberitakan setelah Pemerintah Indonesia akan mempercepat pengembangan kendaraan listrik. Beragam kendaraan listrik ditawarkan produsen otomotif, ada yang murni listrik, ada pula hybrid.

Meski sama-sama ramah lingkungan, namun terdapat tiga kategori kendaraan listrik yang saat ini beredar.

Melansir auto2000.co.id, Rabu (4/8/2021), mobil ramah lingkungan terbagi menjadi tiga jenis Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid¸ serta Plug-in Hybrid (PHEV). Berikut tiga jenis kendaraan ramah lingkungan:

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/dit)

Next

1. Mobil listrik baterai atau BEV

Mobil listrik baterai atau BEV merupakan teknologi ramah lingkungan yang paling ideal untuk mengurangi emisi gas. Sebab berbeda dengan sistem hybrid, seluruh pacu mobil menggunakan tenaga dari baterainya.

Karena tidak ada pembakaran BBM maka mobil tidak mengeluarkan emisi gas buang sama sekali. Namun perlu diingat bahwa konsumsi tenaga baterai bergantung pada pola berkendara. Semakin tinggi kecepatan mobil, semakin boros baterainya.

Meski bebas emisi, kekurangan dari mobil listrik saat ini adalah infrastruktur yang masih kurang memadai. Untuk pengisian baterainya terbatas pada kota-kota besar atau menggunakan charger pribadi.

Next

2. Hybrid

Teknologi hybrid merupakan usaha pertama dalam mengurangi emisi gas buang. Teknologi tersebut telah dijual secara komersil pada tahun 1997 melalui Toyota Prius generasi pertama.

Tidak seperti BEV, mobil hybrid masih menggunakan mesin pembakaran internal sebagai sumber tenaga. Hanya saja pada saat kondisi ringan, seperti jalan di perkotaan, motor listriknya dapat mengambil alih pacu mobil.

Selain itu, menurut afdc.energy.gov, Baterai mobil hybrid tidak bisa diisi ulang melalui kabel charger. Pengisian daya baterainya dilakukan melalui tenaga dari mesin atau regenerative braking.

Next

3. Plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)

Mobil plug-in hybrid atau PHEV merupakan campuran teknologi dari BEV dan mobil hybrid konvensional. Sumber tenaga mobil hanya menggunakan daya dari motor listrik dan baterainya, seperti BEV. Di sisi lain PHEV masih mempunyai mesin pembakaran internal, seperti mobil hybrid.

Bedanya, PHEV lebih condong ke arah mobil listrik. Menurut carsguide.com.au, mesin tersebut hanya digunakan untuk mengisi ulang baterai. Selain itu baterai mobil PHEV dapat diisi ulang dengan kabel, lain halnya dengan kendaraan hybrid.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya