Pelek Mobil Punya Tiga Jenis, Ini Perbedaannya

Oleh Redaksi Otosia pada 09 Mar 2021, 18:15 WIB
Diperbarui 09 Mar 2021, 18:15 WIB
Ilustrasi pelek mobil (Otosia.com/Nazar Ray)
Ilustrasi pelek mobil (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com Pelek mobil punya beragam jenis dan ukuran. Apalagi di tengah tren modifikasi ringan yang mengalir deras di tengah tuntutan rasa bosan, desain-desain baru dari pelek pun bermunculan dan dibuat dengan berbagai cara.

Cara membuat pelek sendiri terdiri dari tiga macam, yaitu pelek casting, pelek flow forming dan pelek forged. Ketiga pelek tersebut punya perbedaan.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/nzr)

Next

Untuk jenis Casting, sesuai namanya adalah pelek yang dibuat dengan cara dicetak. Cara pembuatan pelek jenis ini dibagi jadi dua, yaitu gravity casting dan low presure casting. Pembuatan pelek casting ialah dengan melelehkan material pelek menjadi cairan. Material tersebut dituang ke cetakan yang sudah dibentuk.

"Casting merupakan metode pembuatan pelek paling umum. Biaya produksi lebih murah dan waktu pembuatan lebih singkat. teknik ini bisa dilakukan sekaligus untuk banyak pelek," buka Aldhy Rais, Community Manager HSR Wheel.

Next

Berikutnya adalah Flow formed. Menurut Aldhy, pelek ini merupakan salah satu pengembangan dari jenis casting. Dalam pembuatannya, pelek ini melalui beberapa tahap. Dimulai melalui proses cetak kemudian ditekan dengan roller dan ditarik menggunakan mesin sehingga menjadi sebuah pelek. pelek casting setengah jadi.

Selanjutnya dibentuk lagi bagian pinggirnya. Dengan cara ini kepadatan materialnya pun lebih baik. "Durabilitasnya 20 lebih kuat dibanding casting. Lebih ringan dibanding casting, dan lebih mahal dibanding casting," paparnya.

Next

Terakhir adalah jenis Forged. Pelek jenis ini dibuat dengan teknolgi paling rumit. Materialnya berbentuk silinder padat. Material yang biasa digunakan adalah alumunium, karena kuat dan ringan sehingga cocok untuk bahan pembuatan pelek.

Cara pembuatannya yaitu alumunium padat tersebut dimasukkan ke dalam mesin dan dipanaskan kemudian dibentuk jadi pelek.

"Dalam prosesnya pelek ditekan atau dipress, sehingga menghasilkan pelek yang solid dan keras. Selain lebih rumit, banyak bahan baku yang tebuang saat proses CNC, sehingga harganya lebih mahal," pungkas Aldhy.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya