Ban Baru Tapi Stok Lama, Masih Layakkah Dipakai?

Oleh Redaksi Otosia pada 07 Jan 2021, 08:15 WIB
Diperbarui 07 Jan 2021, 08:15 WIB
Ilustrasi ban baru FDR (Otosia.com/Nazar Ray)
Ilustrasi ban baru FDR (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com Saat ini tidak sedikit ban motor impor baru yang ditawarkan dengan harga miring di situs-situs jual beli online. Entah termakan merek atau karena kualitas, peminatnya cukup banyak.

Meski baru, sayangnya ban tersebut adalah stok lama, bahkan usianya sudah 3 tahun atau lebih. Lantaran lama mengendap, ada yang meragukan bahwa ban tersebut masih layak dipakai. Apakah aman dan nyaman digunakan?

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/nzr)

Next

Jimmy Handoyo, FDR Technical Service & Development Dept Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) menjawab soal kekhawatiran ini. Jimmy menyatakan, tidak masalah menggunakan ban lama, namun perlu memperhatikan sifat karet ban.

"Sebenarnya tidak seperti makanan. Pada ban tidak mengenal kadaluarsa. Jadi sah-sah saja memakai ban yang sudah lama. Namun perlu diketahui bahwa ban terbuat dari karet, di mana sifat karet itu semakin lama semakin mengeras (getas). Jadi apabila dipakai, ban akan kurang nyaman dan aman," bebernya.

Next

Menurut Jimmy, jika penyimpanan ban tersebut sesuai standar dan tidak terkena matahari langsung, maka masih layak dipakai.

Selain itu perlu diketahui bahwa rekomendasi klaim dari Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) maksimal 3 tahun dari lot produksi. Jadi perlu diperhatikan pula jika menyimpan ban terlalu lama.

"Batas toleransi penyimpanan tidak ada. Yang pasti karena tergantung dari strategi masing-masing produsen. Namun setiap produsen pasti tidak akan terlalu lama menyimpan stoknya di gudang, selain karena faktor di atas, juga agar bannya cepat laku terjual," tukasnya.

Next

Sebenarnya mudah untuk mengetahu ciri-ciri fisik bahwa ban tersebut merupakan stok lama. Misalnya ban akan lebih keras dibandingkan baru, dan lebih ekstrem ban akan terlihat retak-retak (crack) di kembangannya.

Ban yang ulir kembangannya retak halus masih bisa ditolerir, dalam artian masih aman digunakan. Hanya saja, tekanan anginnya musti disesuaikan dengan standar yang ada, tidak boleh terlalu kempes atau terlalu keras.

“Tetapi, bila retak-retaknya cukup besar dan banyak sebaiknya ban diganti karena bisa berdampak pada kenyamanan saat dipakai," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya