Fenomena Beli Mobil di Jawa dan Disetir Sendiri Bawa Pulang ke Pulau Lain

Oleh Redaksi Otosia pada 11 Jul 2022, 20:10 WIB
Diperbarui 13 Jul 2022, 12:46 WIB
Ilustrasi konsumen mencari mobil baru di pameran (Otosia.com/Nazar Ray)
Ilustrasi konsumen mencari mobil baru di pameran (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com Betapa kukuhnya mereka yang berasal dari wilayah luar Pulau Jawa datang dan membeli mobil lalu menyetirnya pulang.

Fenomena ini yang didapati oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Direktur Utama IPCC Rio TN Lasse menyebutkan bahwa fenomena itu khususnya bagi mereka yang memungkinkan untuk menyeberang antar-pulau.

"Ada beberapa daerah di Indonesia Timur yang kebetulan bisa ditempuh penyeberangan-darat-penyeberangan-darat, seperti halnya Merak-Bakaheuni, Banyuwangi-Bali, karena lebih murah beli di Surabaya, mereka bawa sendiri," ujarnya.

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/nzr)

Next

Menurut Rio, langkah "nekat" ini tidak lain karena disparitas harga kendaraan antara yang di wilayah produsen, yakni di Pulau Jawa, dengan daerah si konsumen.

Ia menjelaskan bahwa disparitas terjadi lantaran kapal pengantar mobil-mobil ini harus menempuh perjalanan jauh sementara saat kembali ke Jawa, mereka dalam kondisi kosong kargo. Akibatnya, biaya ini dibebankan ke kendaraan tersebut.

Next

"(Kalau beli sendiri langsung dan menyetir bawa pulang) selisih bisa lumayan. Kejadian ini menarik untuk kita coba studikan, ternyata ada perilaku-perilaku yang seperti ini," ujarnya.

Fenomena tersebut menurut dia tidak hanya terjadi di masyarakat Indonesia Timur. Ia juga menemukan hal yang sama dari konsumen di daerah Sumatera.

"Kami temukan di dearah Sumatera, harga lebih murah di Jakarta, jadi mobil bawa ke sana, kemudia dia pinjam KTP, mungkin KTP saudaranya, balik nama, hasilnya lebih murah daripada beli di showroom (di daerah)," ujarnya.

Next

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya