Nyetut Motor Mogok Ternyata Tidak Akan Ditilang, Polisi: Seharusnya Polisi Menolong, Bukan Menilang

Oleh Redaksi Otosia pada 10 Jul 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 13 Jul 2022, 12:47 WIB
Ilustrasi driver ojol menyetut motor rekannya (Otosia.com/Nazar Ray)
Ilustrasi driver ojol menyetut motor rekannya (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com Pembahasan soal menyetut motor berpotensi kena tilang belakangan hangat dibicarakan.

Hal tersebut dibenarkan pengamat transportasi Budiyanto. Ia menjelaskan bahwa pemotor yang melakukan stut ke pengendara motor lain tetap terkena sanksi pidana sesuai UU No. 22/2009 kendati dengan alasan menolong orang lain.

Pengendara sepeda motor yang kedapatan menarik atau mendorong motor lain merupakan pelanggaran lalu lintas dan dapat dikenakan sanksi pidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp 250.000.

 

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/sdi)

Next

Keterangan Polisi

Dirlantas Polda Metro Jaya, Sambodo Purnomo Yogo, membantah perihal isu yang beredar itu. Dia memastikan pihaknya tidak akan memberikan tilang untuk pengendara yang menyetut motor orang lain.

"Nggak ada," kata Sambodo dikutip dari ntmcpolri.info, Minggu (10/7/2022).

Next

Menurut Sambodo, setut motor menandakan pengendara tengah mengalami masalah pada kendaraannya di jalan dan membutuhkan pertolongan. Polisi, kata Sambodo, seharusnya memberikan pertolongan bukan malah menilangnya.

"Setut motor terjadi karena ada motor yg mogok atau habis bensin. Berarti masyarakat sedang dalam kesulitan, seharusnya polisi menolong, bukan menilang," ucap Sambodo.

Next

Dia kembali menegaskan bahwa Ditlantas Polda Metro Jaya tidak akan pernah mengeluarkan sanksi tilang kepada pemotor yang tengah melakukan setut kendaraan.

"Jadi Ditlantas Polda Metro Jaya tidak akan menilang yang setut motor, malah sebaliknya harus ditolong," tegas Sambodo.

Next

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya