#TanyaOTOSIA: Mengapa Harga Mobil di Luar Jawa Lebih Mahal Sampai Puluhan Juta?

Oleh Redaksi Otosia pada 07 Jul 2022, 18:20 WIB
Diperbarui 07 Jul 2022, 18:20 WIB
Ilustrasi pengiriman mobil lewat pelabuhan laut (Toyota)
Ilustrasi pengiriman mobil lewat pelabuhan laut (Toyota)

Otosia.com Harga mobil di Indonesia Timur lebih mahal jika misalnya dibandingkan daerah Jawa merupakan fenomena tersendiri.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) sebagai pengelola/operator terminal kendaraan menyebutkan bahwa perbedaan atau disparitas harga mobil antar-wilayah ini tidak lain disebabkan oleh biaya kargo.

"Kapal bawa kargo ke sana sementara baliknya kosong. Biaya kargo pun dibebankan (ke pembeli). Artinya hitungan (bayarnya) itu bolak-balik. Kalau ada komoditas lain yang bisa dibawa balik kapal, itu (harga) mungkin bisa ditekan," ujar Rio T.N Lasse, Direktur Utama IPCC Terminal Kendaraan.

 

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/nzr)

Next

Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo tersebut memandang bahwa harga mobil Indonesia Timur ini bisa saja diperkecil.

"Bisa saja direduce apabila kembali ke ekosistem, regulator, pelaku industri, termasuk pemerintah daerah. Jika ada komitmen, bisa sama, disinergikan, bisa saja," ujarnya.

Salah satu langkah yang kemudian coba dijajaki oleh IPCC adalah kerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni.

Next

"IPCC sendiri, kami coba berinisiatif di dalam ekosistem. Kita bicara dengan Pelni karena Pelni kan BUMN dan (sedang diarahkan untuk menjangkau) pelabuhan-pelabuhan kecil," kata dia.

Dengan rute menjangkau pelabuhan-pelabuhan kecil, langkah tersebut dinilainya bisa menjadi alternatif.

"Sudah mulai pembicaraan, belum secara formal. (Langkah ini) bisa membantu me-reduce biaya logistik. Minimal disparitas tidak terlalu besar," kata dia.

 

Next

Usaha reduce atau menekan harga dalam problem ini sendiri sudah menjadi perhatian pemerintah. Disebutkan, target pemerintah sendiri adalah menekan biaya logistik 24 persen.

"(Alternatif lainnya) pulang bawa komoditi yang lain, entah seafood. (Yang penting ada) Keseimbangan, iya," ujarnya.

Next

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya