Padahal Dilarang, Pemilik Mobil Mewah Cuek Beli Pertalite

Oleh Redaksi Otosia pada 15 Jun 2022, 13:37 WIB
Diperbarui 15 Jun 2022, 13:37 WIB
Ilustrasi pengisian BBM Mobil Mewah (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ilustrasi pengisian BBM Mobil Mewah (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Otosia.com PT Pertamina (Persero) meminta para pengguna mobil mewah untuk tidak lagi mengonsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Hal ini bertujuan untuk membuat mesin kendaraan lebih awet, mengingat mayoritas kendaraan mewah baik roda dua maupun roda empat saat ini direkomendasikan untuk mengisi bahan bakar dengan minimal RON 92 atau Pertamax.

"Pertamina tetap menghimbau agar menggunakan BBM sesuai spesifikasi yang ditentukan untuk kendaraan. Umumnya kendaraan sekarang sudah menentukan penggunaan BBM (gasoline) RON 92 ke atas," ujar Irto Ginting, Pejabat sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, kepada Merdeka.com di Jakarta, Sabtu (11/6).

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/dit)

Next

Di sisi lain imbauan ini berkaitan dengan sindiran keras dari Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang mengaku geram saat mengetahui adanya pelanggaran dalam penyaluran program Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Di antaranya banyak mobil mewah yang masih mengonsumsi BBM jenis Pertalite atau RON 90.

Padahal, lanjut Erick, Pertalite merupakan BBM disubsidi pemerintah untuk dipakai oleh masyarakat kelas bawah. Sementara masyarakat dengan kondisi ekonomi yang mencukupi disediakan BBM Pertamax yang tidak disubdisi oleh pemerintah.

"Itu pun di lapangan masih banyak mobil yang mestinya tidak boleh dengan Pertalite masih mengisi," kata Erick saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur, Jumat (10/6).

Next

Siapa yang berhak

Ilustrasi pengisian BBM (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pembelian BBM bersubdisi seperti Pertalite dan Solar ditetapkan untuk masyarakat yang kurang mampu, seperti angkutan umum, angkutan sembako, atau kendaraan petani kecil dan menengah.

"Kriterianya saya kira kendaraan roda 2, angkutan umum, angkutan sembako, operasional UMKM, mobil pribadi dengan tahun di bawah 2012, dan kendaraan petani kecil dan menengah," ungkap Mamit Setiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch seperti dikutip dari Liputan6.com, Selasa (31/5/2022).

Next

Jika peraturan terkait siapa yang berhak membeli BBM bersubsidi tidak ditegaskan, kedepannya pemerintah akan terus mengalami kesulitan mengontrol. Pasalnya, untuk saat ini belum ada pengawasan yang ketat.

"Hal ini karena tidak ada larangan yang jelas dari pemerintah terkait dengan hukuman jika tidak tepat sasaran," lanjutnya.

Untuk kedepannya, apabila peraturan terakait penerapan BBM bersubsidi lebih jelas, maka beban keuangan negara menjadi lebih ringan dan bisa digunakan pada sektor lain yang lebih membutuhkan.

 

Next

"Dampaknya bagi negara pasti akan sangat membantu karena beban keuangan akan semakin berkurang. Selain itu, negara akan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan sektor yang lain, tidak melulu subsidi energi," tutup Mamit.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya