Usai Dipakai Mudik, Ini 5 Komponen Mobil yang Wajib Dicek

Oleh Redaksi Otosia pada 10 Mei 2022, 18:32 WIB
Diperbarui 10 Mei 2022, 18:32 WIB
Ilustrasi bengkel (Istimewa)
Ilustrasi bengkel (Istimewa)

Otosia.com Tahun ini pemerintah kembali melaksanakan mudik Lebaran setelah dua tahun dilarang akibat pandemi. Pemerintah menyatakan tahun ini ada sekitar 85 juta orang yang mudik, di mana 23 juta di antaranya menggunakan mobil.

Tidak sedikit pemudik dengan mobil pribadi menempuh jarak yang cukup jauh ke kampung halaman. Misalnya Jakarta-Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 500 km. Begitu juga saat balik ke Ibukota.

Usai dipakai mudik, kendaraan tetap butuh pengecekan kembali terutama jika menempuh perjalanan jauh.

 

 

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/dit)

Next

Namun jika tidak mengalami masalah selama perjalanan, pemilik cukup mengikuti jadwal servis rutin. Hanya saja perlu dipastikan bahwa brake fluidcoolant radiator dan oli mesin, oli transmisi dan oli gardan, power steering dan aki tidak mengalami kerusakan.

"Kalau tidak ada kendala selama perjalanan jauh, ikutin periode service berikutnya. Hanya perlu dipastikan tidak ada kobocoran/rembesan pada brake fluid pada rem, radiator coolant dan oli mesin, oli transmisi dan oli gardan, hydraulic power steering (bila mobilnya masih pakai system HPS), air aki atau battery (bila aki masih pakai model basah)," papar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), ke Otosia.com, Senin (9/5/2022).

Berikut komponen-komponen yang perlu diperiksa:

Next

1. Brake fluid

Pertama adalah brake fluid. Cairan ini berfungsi untuk mengurangi panas akibat gesekan dari kampas rem dan cakram, sekaligus memberi tekanan yang optimal untuk pengereman.

Jika sistem penyaluran brake fluid mengalami kebocoran, maka udara bisa masuk ke dalam sistem. Hal ini membuat rem terasa kurang "pakem" karena tekanan yang kurang optimal akibat adanya rongga udara tersebut.

Dalam jangka panjang kebocoran dari cairan rem bisa mengakibatkan kerusakan di sistem pengereman, terutama pada piringan cakram.

Next

2. Coolant radiator dan oli mesin

Berikutnya adalah coolant radiator dan oli mesin. Seperti namanya, coolant di radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin. Adanya kebocoran coolant di radiator dapat dengan mudah membuat mesin overheat.

Sedangkan oli mesin bertugas sebagai pelumas komponen internal dalam mesin. Kondisi oli yang sudah wajib diganti biasanya sudah berwarna hitam pekat. Jika dibiarkan maka mesin bisa menjadi kurang bertenaga, boros bahan bakar atau bahkan kepanasan.

Next

3. Oli transmisi dan oli gardan

Lalu untuk oli transmisi dan oli gardan mempunyai fungsi layaknya oli pada dasarnya, yakni menjadi pelumas untuk mengurangi tingkat gesekan antar komponen.

Lantas, sama seperti cairan pelumas lainnya, kondisi oli yang kurang ideal dapat mengurangi kinerja peranti tersebut atau bahkan membuat kerusakan berat.

Next

4. Hydraulic power steering

Sistem power steering terbagi menjadi dua. Pertama adalah Hydraulic Power Steering (HPS) dan Electronic Power Steering (EPS). Sistem EPS kerap ditemukan pada mobil-mobil modern, lantaran sistem ini cenderung lebih mudah perawatan karena tidak membutuhkan oli.

Sementara HPS biasa digunakan pada mobil-mobil lawas. Sistem ini daoat mengarahkan feelling mengemudi dibanding EPS. Namun, dengan penggunaan teknologi lawas, HPS masih menggunakan oli untuk beroperasi.

Oleh karena itu, jika ada kebocoran di HPS, harus segera diperbaiki atau diganti.

Next

5. Air aki

Terakhir adalah air aki. Hal ini hanya mencakup mobil yang menggunakan aki basah. Cairan berwarna transparan ini didesain khusus supaya aki bisa berfungsi secara optimal.

Adanya kebocoran air aki akan mengurangi kinerja dan pada akhirnya membuat aki tersebut soak atau rusak.

Next

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya