Serunya Miliki Toyota Kijang Kapsul, Mobil Moody-an yang Suka Nge-Prank

Oleh Redaksi Otosia pada 28 Apr 2022, 14:30 WIB
Diperbarui 28 Apr 2022, 14:30 WIB
#KenanganSepanjangJalan
#KenanganSepanjangJalan

Otosia.com Memiliki mobil klasik ibaratnya seperti merawat anak sendiri. Sebab pemiliknya harus begitu sabar merawatnya, apalagi mobil klasik kerap rusak yang tak disangka-sangka.

Seorang mahasiswa asal Bandung bernama Muhammad Daffa Fadillah pun merasakan hal seperti itu. Dalam edisi #KenanganSepanjangJalan kali ini, Otosia berhasil mengulik pengalamannya memiliki mobil klasik Toyota Kijang Kapsul. Berikut cerita lengkapnya!

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Banyak Kenangan

Pria pemilik akun Instagram @daffaa18 ini menceritakan bahwa mobil tersebut telah dimiliki keluarganya sejak 2008-an lalu. Kala itu sang ayah membelinya dengan kondisi bekas saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Namun Kijang LSX lansiran tahun 1999 itu dijual ke kakeknya. Hanya saja mobil tersebut dibeli kembali setelah kakeknya meninggal dunia pada Februari 2021.

Next

Semenjak itu, pria yang disapa Daffa ini terus merawatnya. Ia juga mengaku memiliki alasan kuat untuk terus merawatnya di tengah gempuran mobil-mobil baru.

"Sebenarnya ganti yang lain bisa aja, cuma sama Kijang ini pahit manisnya ada. Udah banyak kenangannya mulai saya masih SD sampai sekarang," katanya kepada Otosia pada Senin (25/4/2022).

"Mobilnya nyaman juga, mobilnya gede bisa muat teman-teman banyak gitu," tambahnya.

Mobil Moody-an

Menariknya Kijang Kapsul miliknya ini suka nge-prank dirinya. Hal ini sudah berulang kali terjadi, terbaru saat temannya berkunjung ke rumah dan mobilnya itu tiba-tiba bermasalah.

"Kita lagi seneng nih, mau ajak jalan-jalan ada aja trouble-nya. Beberapa hari kemarin, ada teman dari Jakarta, tiba-tiba karburator brebet padahal sebelumnya normal," ungkapnya.

Tak hanya itu saja, Daffa juga menyebut mobilnya ini seperti hidup. Alasannya, jika suasana hatinya sedang bagus, mobilnya itu akan enak dikendarai. Seperti mobil tiba-tiba irit, padahal Kijang Kapsul terkenal boros.

"Ini mobil tergantung mood-nya kita gitu lho. Kalau mood bagus tiba-tiba irit, tiba-tiba enak. Ibaratnya mobil ini moody-an, kayak hidup," jelasnya.

Tak akan Dijual

Daffa pun telah melakukan modifikasi pada mobilnya ini, di antaranya pelek dan audio. Di kondisi standarnya MPV-nya ini pernah ditawar orang.

"Waktu nyuci mobil tiba-tiba ditawar bapak-bapak. Gak mau karena ini mobil kakek. Waktu masih ada kakek dulu," katanya.

Karena kenangan bersama mobil ini sangat banyak, apalagi dengan sang kakek, Daffa pun tak memiliki keinginan untuk menjualnya. Ia pun lebih memilih menambah unit dan Innova terbaru jadi impiannya.

"Tapi kalau dijual gak bakal. Soalnya almarhum kakek seperti nitipin ke saya, jangan dikemana-manain mobilnya. Semoga sampai saya punya anak tetap dirawat," tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya