Chery dan Indonesia, Dua Sejoli yang Akhirnya Rujuk di Tahun 2022

Oleh Redaksi Otosia pada 08 Apr 2022, 20:15 WIB
Diperbarui 08 Apr 2022, 20:15 WIB
Ilustrasi Chery Skytour di IIMS 2022 (doc.Otosia.com)
Ilustrasi Chery Skytour di IIMS 2022 (doc.Otosia.com)

Otosia.com Segalanya bermula dari sebuah perusahaan patungan antara Chery Automobile dan PT Indomobil Sukes Internasional bernama PT Unicor Prima Motor yang memasarkan produk dengan merek Chery di Indonesia. Tahun 2006, saat itu, Chery jor-joran memboyong 12 produknya sekaligus ke Tanah Air.

Namun setelah lima model berhasil dirilis hingga April 2012, perlahan nama Chery tenggelam dari peredaran. Penyebanya tidak lain karena penjualan per bulan yang kurang menggairahkan.

Indomobil akhirnya melepas Chery berikut disusul penutupan dealer-dealer mereka.

Belajar dari pengalaman itu, nampaknya Chery masih memiliki asa besar untuk tidak begitu saja melepas cerug pasar otomotif Indonesia. Masih ada peluang menggoda untuk melakukan invasi pasar Asia Tenggara lewat Indonesia.

Hal itu benar linear dengan pernyataan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana. Ia mencatat, rasio kepemilikan mobil di dalam negeri hanya mencapai 99 unit per 1.000 orang -- jauh lebih rendah ketimbang sejumlah negara di Asia Tenggara.

 

 

 

 

 

 

 

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/sdi)

Next

"Karena kalau kita bandingkan dengan Thailand itu 275 kendaraan per 1000 orang. Padahal Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan kelas menengah akan mencapai 143 juta orang. Atau sekitar 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia," ucapnya dalam webinar bertajuk Sektor Otomotif Nasional: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang, Kamis (10/6/2021).

Kemudian, desas-desus kebangkitan kembali Chery mulai santer terdengar beberapa tahun ke belakang. Dan sekarang itu nyata. Chery "rujuk" dengan Indonesia. Mereka membuktikan dengan melantai di IIMS hybrid 2022 yang dibuka sejak 31 Maret lalu.

"Merupakan kebahagiaan bagi Chery bisa kembali ke Indonesia dan memperkenalkan produk-produk unggulan kami yang sudah sangat dikenal di banyak negara. Momentum IIMS Hybrid 2022 ini merupakan debut nasional Chery untuk pasar Indonesia, dan Anda akan melihat banyak evolusi yang terjadi pada Chery," papar Tao Yong, President Director PT Chery Motor Indonesia.

Next

Portofolio Baru Chery di Indonesia

Merangsek ke pasar Indonesia yang telah dipadati mobil-mobil Jepang dan Eropa termasuk China yang lebih dulu invasif, tentu butuh modal besar. Setidaknya portofolio Chery harus bisa menyaingi produk lain untuk menimbulkan gebrakan yang masif.

Menurut PT Chery Motor Indonesia, pihaknya telah siap dengan komitmen mereka untuk menjadi ahli dalam teknologi terkini yang terus berkembang atau disebut "Chery Teknologi".

Mereka memiliki lima pusat Research and Development (R&D) di dunia dengan jumlah lebih dari 5.000 orang yang mengembangkan beragam lini produksi, seperti teknologi bahan bakar tradisional dan manufaktur teknologi pintar.

Ekspansi mereka ke pasar global juga patut diperhitungkan. Chery adalah perusahaan mobil China pertama yang mengekspor kendaraan, suku cadang CKD, mesin serta teknologi manufaktur kendaraan dan segala peralatannya ke seluruh dunia.

Setidaknya sampai saat ini, Chery telah mengekspor kendaraannya ke lebih dari 80 negara meliputi Eropa, Timur Tengah, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pun Chery sudah mendirikan 10 pabrik di luar negeri dengan 1.500 jaringan dealer dan layanan, serta total mencetak 10 juta pengguna (termasuk 1,9 juta pengguna di luar China).

Hingga ia menempati peringkat pertama dalam mengekspor mobil penumpang dari China selama 19 tahun berturut-turut.

 

Next

Kesiapan Chery untuk Berakselerasi

Setelah membuktikan betapa profesionalnya portofolio mereka di ranah lokal dan internasional, Chery menunjukkan bukti kesiapannya dengan memamerkan segudang target, strategi beserta model-model yang akan dipasarkan ketika bertandang di IIMS 2022. Chery siap berakselerasi di pasar dalam negeri.

Mengusung booth bertemakan "New Chery, New Products, New Experience", Chery mempertontonkan lima produk unggulan mulai dari SUV hingga EV, antara lain Tiggo 8 Pro, Tiggo 7 Pro, Omoda 5, Skytour dan EQ1. Semua produk itulah yang disebut Chery membawa tiga pilar "Advance Technology, Fashionable Design dan High Quality".

 

Next

1. Chery Tiggo 8 Pro

Chery Tiggo 8 Pro (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

SUV ini diposisikan jadi yang paling mewah dibandingkan empat model lainnya. Size bodinya bongsor dan siap menjegal dominasi Fortuner, serta merek lain seperti Santa Fe dan VW Tiguan Allspace.

Layaknya sebuah flagship, Chery Tiggo 8 Pro membawa "persenjataan" komplet mulai dari interior sampai eksterior. Bagian luarnya memakai gril depan bermotif titik-titik, LED DRL bertingkat, pelek besar dan lampu belakang distinctive.

Kabinnya ekstra luxury lantaran balutan panel empuk bisa ditemukan di sana-sini. Fiturnya pun melimpah, seperti panoramic sunroofspeedometer digital, hingga teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Mobil ini dibenamkan mesin 2.000cc turbo dengan semburan tenaga 250 hp dan torsi puncak 400 Nm. Seluruh tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT.

Next

2. Chery Tiggo 7 Pro

Chery Tiggo 7 Pro (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Seri Tiggo 7 Pro sebenarnya adalah Tiggo 8 Pro yang baris ketiganya tanggal dan memakai bodi lebih mini. Tak heran bila segmentasinya lebih ke bawah sedikit, menyaingi Toyota Corolla Cross dan Mitsubishi Eclipse Cross.

Tiggo 7 Pro punya kesamaan tata desain dengan Tiggo 8 Pro dari sisi interior. Bahkan dasbornya mirip-mirip, termasuk tersedianya fitur dan keselamatan ADAS.

Kalau bagian eksterior cukup beda jauh. Model gril depan dan lampu sorotnya tidak sama. Bahkan tarikan garis di pilar C-D Tiggo 7 Pro lebih menukik.

Bicara soal dapur pacu, Tiggo 7 Pro membawa 1.500cc turbo dengan semburan tenaga 155 hp dan torsi 230 Nm. Transmisinya juga sudah menggunakan CVT.

Next

3. Chery Skytour

Chery Skytour (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Chery Skytour berada di antara segmen Tiggo 7 Pro dan 8 Pro. Kapasitasnya bisa menampung 7 orang dan mengandung basis produksi yang sama dengan Tiggo 8 Pro.

Hal itu terlihat dari roofline Skytour yang tdak jauh beda dengan Tiggo 8 Pro.

Pun di sektor interior. Desainnya mirip dengan material yang sama. Bahkan juga sudah menggunakan ADAS.

Perbedaan paling mencolok selain dari sisi eksterior, juga pada jantung pacu. Skytour menggunakan dua tipe mesin.

Pertama adalah 1.500cc turbo seperti kepunyaan Tiggo 7 Pro, sedangkan satunya mesin 1.600cc turbo yang menghasilkan output 195 hp dan torsi 290 Nm.

 

Next

4. Chery Omoda 5

Chery Omoda 5 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Omoda 5 tergolong pendatang baru untuk pasar global. Mobil ini mengusung aksen dinamis yang cocok untuk kalangan anak muda.

Interiornya paling beda dibanding SUV Chery lain. Paling kentara terletak pada head unit dan speedometer yang menyambung.

Ada juga kombinasi corak kontras pada kabin yang menimbulkan kesan semakin unik.

Performa Omoda 5 juga datang dari dua pilihan mesin, yakni 1.500cc turbo dengan tenaga 155 hp dan torsi 230 Nm, atau 1.600cc yang menghasilkan tenaga 195 hp dan torsi 290 Nm. Kedua mesin ini dipadukan dengan transmisi CVT.

Next

5. Chery EQ1

Chery EQ1 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Chery EQ1 memiliki bodi mungil layaknya Wuling GSEV dan sama-sama memakai mesin full elektrik atau Electric Vehicle (EV).

Meski mengabsenkan fitur ADAS, ia sudah memakai head unit lapang, speedometer digital, lampu depan LED, ABS, EBD, Tyre Preassure Monitoring SystemHill Assist Control dan Hill Decent Control.

Mobil ini melaju menggunakan motor listrik tunggal dengan letupan daya 40 hp dan torsi 120 Nm. Dengan ukuran baterai sebesar 30.6 kWh, Chery EQ1 diklaim bisa menempuh jarak sejauh 301 km dalam sekali catu daya.

 

Next

Infrastruktur Chery

Selain produk, Chery juga tahu betul bila ekspansi membutuhkan sarana dan infrakstruktur memadai.

Saat ini Chery masih menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi. Dulunya, pabrik ini sudah pernah merakit beberapa produk Hyundai seperti H-1, Atoz, Accent dan Elantra.

Brand lain pun pernah memakai fasilitas mereka, contohnya Ford untuk produksi Ford Laser dan mobil-mobil Nissan.

Ke depan, keseriusan Chery akan diwujudkan dengan dibangunnya pabrik mereka sendiri sebagai ujung tombak produksi domestik maupun ekspor.

"Kami memang sudah berencana membangun pabrik, itu kurang lebih membutuhkan waktu dua tahun. Kita juga sudah koordinasi dengan pemerintahan dan mereka sudah memberikan arahan dan rekomendasi tempat di kawasan Cikarang," tutur Rifkie Setiawan di Jakarta Pusat, dikutip Otosia.com, Rabu (6/4/2022).

Next

Target di Indonesia

Setelah infrastruktur terpenuhi, giliran jaringan penjualan yang harus mampu menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Terlebih, penting untuk memikirkan soal aftersales.

Chery menargetkan membuka 100 showoroom yang menjamah kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Selain itu, mereka akan mendirikan pusat suku cadang di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi untuk menjamin pasokan spare part dan optimalisasi layanan purna jual.

Lalu, Indonesia bakal menjadi jembatan produk-produk Chery untuk diekspor ke negara-negara ASEAN. Artinya, Indonesia akan semakin maju dan menarik investasi besar untuk memajukan ekonomi dalam negeri.

"Kami tidak hanya akan menawarkan produk-produk yang patut Anda pertimbangkan, tapi kami juga memiliki rencana yang komprehensif untuk ikut memperkuat industri otomotif Indonesia," ungkap Tao Yong lagi.

Next

Sebagai contoh, OMODA 5 akan mulai dirilis di tahun 2022 ini hingga lima tahun ke depan. Penetrasi pasarnya dimulai dari benua Asia, kemudian berlanjut ke Amerika Selatan, Australia, Afrika, Eropa, dan diikuti negara-negara lainnya.

Nah, perihal penjualan, Chery sudah membuka keran pre-booking yang hanya berlangsung di booth IIMS 2022 dan selama pameran ini berjalan.

Konsumen hanya perlu mengisi formulir dan membayarkan uang muka sebesar Rp 5 juta.

Yang menarik, 100 pemesan pertama akan mendapatkan sertifikat eksklusif, miniatur Tiggo 7 Pro, dan E-money senilai Rp 5 juta yang akan diberikan saat penyerahan unit kepada konsumen.

 

Next

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya