Viral Oknum Diduga Polisi Pukul Ojol di Jakbar, Sempat Keluarkan Senjata Api dan Minta Rp1 Juta

Oleh Redaksi Otosia pada 06 Apr 2022, 09:18 WIB
Diperbarui 06 Apr 2022, 09:18 WIB
Oknum diduga polisi pukul ojol (Instagram/@dashcamindonesia)
Oknum diduga polisi pukul ojol (Instagram/@dashcamindonesia)

Otosia.com Baru-baru ini viral sebuah video pemukulan yang dilakukan oknum diduga polisi kepada driver ojek online (ojol). Tak hanya itu saja, pria yang mengaku polisi itu juga menyita STNK motor milik driver ojol.

Video yang memerlihatkan kejadian ini direkam oleh driver ojol lain dan diunggah akun Instagram @dashcamindonesia pada Selasa (5/4/2022). Berikut kronologi lengkapnya!

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Pukul Kepala Ojol

Dalam video yang diunggah, oknum polisi yang mengenakan baju serba hitam memukul kepala ojol. Untungnya kala itu si driver masih mengenakan helm.

Kala itu ada driver ojol lain yang diduga ingin menengahi permasalahan itu. Hanya saja ia malah dimarahi oknum polisi tersebut.

Setelah itu, oknum polisi meminta STNK driver ojol dan kemudian menyitanya. Ia lalu bergegas pergi sambil membawa STNK ojol.

Kronologi

Diketahui kejadian ini terjadi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu (3/4/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Kepada polisi, Driver ojol yang bernama Pajar Nurdiansyah mengaku jika saat kejadian ia sedang mengantar paket dari Grogol ke Kabayoran Baru.

Saat dalam perjalanan ia terlibat kesalahpahaman dengan pemotor lain di Jalan Kedoya Raya Jakarta Barat atau exit tol Kebon Jeruk. Kala itu ada pengendara motor matik yang terjatuh.

"Ada seorang pengendara sepeda motor matik warna merah yang tepat berada di samping Pajar terjatuh dari motor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam keterangan tertulis, Rabu (6/4) yang dikutip dari Merdeka.com.

Keluarkan Senjata Api

Lebih lanjut, Pajar mengaku menjadi sasaran kemarahan pemotor tersebut. Ia dinilai telah membuatnya terjatuh.

Kepada polisi pun Pajar menjelaskan jika pria yang mengaku sebagai anggota polri itu sempat menunjukkan senjata api, memukul kepalanya, dan menyita SIM serta STNK-nya.

Zulpan mengatakan, pria yang mengaku sebagai anggota Polri kembali bertemu Pajar di Jalan Kencana Murni Kembangan Jakarta Barat. Kala itu, Pajar diminta uang Rp1 juta sebagai biaya ganti rugi karena celana dinas Polri yang digunakan rusak akibat terjatuh.

Akan tetapi Pajar menolak sehingga kembali mendapatkan pukulan pada bagian kepala. Bahkan sepeda motor milik Pajar turut dirusak.

"Sepeda motor milik rusak pada bagian spakbor depan akibat perilaku pria yang mengaku anggota polri. Sementara Pajar tidak mengalami luka karena pada saat pemukulan masih mengenakan helm," ujar dia.

Next

Namun pengakuan pria itu sebagai anggota Polri diragukan Pajar. Sebab, pakaian dinas tak seperti anggota Polri pada umumnya.

"Karena seragam cokelat yang berada di dalam jaketnya berwarna cokelat lebih muda dibandingkan dengan seragam cokelat Polri pada umumnya dan sepatu yang digunakan merupakan sepatu pantofel selop serta kendaraan yang digunakannya tidak dilengkapi dengan nomor Polisi," ucap Zulpan.

Next

Zulpan menerangkan, kasus ini masih diselidiki anggota Subbid Paminal Bidpropam Polda Metro. Petugas masih mencari pria itu dengan memeriksa saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Hingga saat ini belum diketahui identitas pengendara sepeda motor matic yang mengaku sebagai anggota Polri dan melakukan tindakan arogan tersebut," tandas dia.

Next

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya