Derita Pengguna Brio Ceper, Selalu Kerepotan saat Lewati Jalan Rusak dan Siap Sedia Papan

Oleh Redaksi Otosia pada 10 Mar 2022, 14:15 WIB
Diperbarui 10 Mar 2022, 14:15 WIB
#KenanganSepanjangJalan
#KenanganSepanjangJalan

Otosia.com Mobil terkadang bagi sebagian pemiliknya sudah seperti keluarga atau teman dekat. Ada berbagai alasan tentunya, seperti banyak suka duka yang telah dilalui bersama mobil kesayangan.

Nah, dalam edisi #KenanganSepanjangJalan kali ini, Otosia.com berkesempatan sisi lain Ilham Roni si pemilik Honda Brio cepet. Ketua Divisi Keanggotaan dan Partnership Honda Brio Club Indonesia (HBCI) Bandung Chapter ini membagikan pengalaman serunya bersama mobil kesayangannya.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/ahm)

Suka Pakai Brio

#KenanganSepanjangJalan

Pria yang kerap disapa Rondevuz itu mengaku jika lebih sering memakai Honda Brio. Padahal sebenarnya ia memiliki mobil lainnya, yakni Toyota Avanza.

Ia lebih suka memakai Brio karena ukurannya yang kecil dan transmisi otomatis. Sebab Avanza-nya menggunakan transmisi manual dan itu akan merepotkannya di jalanan macet.

"Jadi kalau yang dipakai harian dan main itu Brio. Modelnya anak muda banget dan juga ini yang saya punya matik, ukurannya kecil compact. Jadi dengan kota Bandung yang macet Brio jadi pilihan utama," kata Ilham kepada Otosia Selasa (15/2/2022).

Ceper

#KenanganSepanjangJalan

Dari Brio itulah yang mengantarkan Ilham untuk bergabung ke komunitas Brio. Di HBC ia merasakan kekeluargaan yang begitu erat antar anggota. Salah satu faktornya karena mereka dituntun untuk saling bantu ketika ada masalah saat touring.

Masalah itu tak lain karena modifikasi yang dilakukan. Kebanyakan anggota membuat Brio mereka menjadi ceper dan hal ini merepotkan saat lewati jalan rusak atau lainnya.

"Anak komunitas banyak yang ceper, gasruk adalah konsekuensi dari ceper. Suka dukanya pas nyangkut di batu bumper lepas sering terjadi," ungkapnya.

Papan Kayu

Begitu juga dengan Ilham. Ia turut memodifikasi Brio miliknya menjadi ceper. Ukuran 1 jari di roda depan dan 2 jari di belakang. Kemudian ubahan lainnya seperti pelek racing hingga tampang Mobilio RS.

Dengan modifikasi seperti itu Ilham mengaku kerap kesal saat naik Brio-nya. Apalagi kalau bukan karena ceper, alhasil ia harus siap sedia papan kayu ke manapun pergi.

"Yang paling sedih kita ke mana-mana harus bawa papan. Karena seringnya jalan masuknya curam, jadi jalannya diganjal pakai papan," ungkapnya.

Setia dengan Brio

Meski begitu Ilham mengaku belum ingin ganti mobil lain. Ia telah jatuh cinta dengan Honda Brio, apalagi mobil ini terbilang nyaman.

"Gak dulu deh, udah nanggung suka soalnya dengan Honda Brio," kata Ilham.

"Karena ini Honda yang mobil dengan ukuran paling kecil, compact, dan modelnya masih okelah. Walaupun belum ada teknologi Honda Sensing, mungkin ke depannya ada," tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya