Viral Lansia Pengendara Mobil Dikeroyok Massa Usai Diteriaki Maling, Begini Kesaksian Warga

Oleh Redaksi Otosia pada 24 Jan 2022, 19:15 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 19:15 WIB
TKP Lansia Pengemudi Mobil Tewas Dikeroyok Massa. Bachtiaruddin
TKP Lansia Pengemudi Mobil Tewas Dikeroyok Massa. Bachtiaruddin

Otosia.com Seorang lansia berinisial HM harus mengalami nasib nahas. Pasalnya lansia 80 tahunan itu meninggal dunia usai diamuk massa di Kawasan Jalan Pulokambing, Kawasan JIEP, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Minggu (23/1) kemarin.

HM dikeroyok massa setelah diteriaki maling oleh warga. Namun hasil penyelidikan polisi ternyata lansia tersebut bukan maling. Kasus pengeroyokan yang viral di media sosial itu sedang diselidiki polisi. Pelaku yang meneriaki korban maling tengah diburu.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/ahm)

Next

Insiden pengeroyokan itu disaksikan langsung Simson, petugas keamanan pabrik di kawasan JIEP. Simson yang tengah bertugas malam itu menyaksikan amukan massa tersebut.

Simson bercerita, para pelaku saat itu mengepung mobil Toyota Rush berwarna silver berpelat B 1859 SYL. Mobil jenis SUV itu berhenti trotoar. Dengan membabi buta massa merusak mobil tersebut. Para pelaku di lokasi diperkirakannya mencapai puluhan orang.

"Masanya banyak ya saat itu, saya engga tau pasti tapi sampai puluhan lah. Orang dikepung gitu kah, mobil Rush nya," kata Simson saat ditemui merdeka.com, Senin (24/1).

Next

Simson yang kala itu sedang berjaga di bagian belakang pabrik baru mengetahui kejadian tersebut ketika mendengar suara tembakan peringatan. Dia lantas ke bagian depan pabrik untuk memeriksa.

Namun sesampainya di depan, Simson melihat massa yang menurutnya rata-rata usia muda itu memecahkan kaca belakang mobil HM. Serangan bertubi-tubi massa itu sembari diiringi teriakan "maling".

"Saya dengar suara tembakan saya datang, pas liat dari jauh, itu massa sudah ramai sekali. Kaca belakang pecah dan teman saya yang berjaga sudah menutup gerbang, kita nggak mau masa berlarian ke dalam pabrik," kata Simson.

Next

Meski tak tega, Simson tak bisa berbuat banyak ketika pengeroyokan berlangsung. Dia bingung harus berbuat apa lantaran teriakan "maling" dari masa. Terlebih masa yang sangat mengamuk HM sangat banyak.

Menurut dia, dua polisi yang ada di lokasi tak bisa berbuat banyak. Amarah massa tak terbendung. Bahkan tembakan peringatan tak menyurutkan massa melakukan pengeroyokan.

"Saya bingung juga ya mas, karena itu diteriaki maling, sama anak-anak mudanya itu. Ada polisi juga, tapi nggak sanggup kelihatanya buat ngelerai massa, karena banyak sekali," ujar dia.

Korban Dipukul

Kejadian itu, akui Simson, terjadi begitu cepat. Ketika dirinya datang dan melihat, seluruh kaca mobil telah dipecahkan massa. Beberasa orang terlihat merangsek masuk dan memukuli HM di dalam mobil. Bahkan sebelum HM ditarik keluar, Simson melihat samar-samar sudah ada bercak darah di dalam. Hingga korban ditarik keluar oleh massa, pun telah terlihat dalam kondisi sekarat.

"Kayaknya sudah dipukul dari dalam sepertinya, karena pas keluar itu sudah berdarah dan kaya sudah meninggal. Itu yang saya lihat. Karena kejadian begitu cepat sekali sebenarnya," kata Simson.

Dia pun memperkirakan dimulai dari kejadian sekitar pukul 01.30 Wib melihat kejadian pengeroyokan, hingga korban terlihat dikeluarkan masa hanya berselang 30 menit kurang.

Lalu, memasuki pukul 02.30 Wib, ketika melihat korban tak sadarkan diri lantas bubar. Sampai pada pukul 03.00 Wib, baik mobil Toyota Rush dan korban telah dievakuasi polisi. Tempat kejadian pun dibersihkan.

"Itu sekitar satu jam kurang lah. Cepat sekali kelihatannya itu. Bahkan, pas masa bubar polisi sama tim patroli langsung bawa semuanya (mobil dan korban), bersih sudah," kata dia.

Next

Meski demikian, Simson mengaku ketika melihat HM yang sudah terbilang lanjut usia (lansia) tak meyakini bila korban sebagaimana diteriaki massa sebagai "maling". Menurutnya, HM yang sudah lansia teriakannya tidak terdengar sampai keluar.

"Dia sudah tua, orang teriakan saja nggak kedengaran, kalah suara sama masa. Pas kelihatan, itu saya nggak yakin kalau dia maling. Tapi kita nggak bisa berbuat banyak waktu itu, ya itu bingung (karena disangka maling), jadi fokus kita jaga keamanan pabrik biar massa nggak masuk," akuinya.

Situasi dan Kondisi TKP

Di sisi lain, Simson mengaku tidak mengetahui maupun mendapatkan kabar arah masuk HM ke kawasan JIEP, karena lokasi ini memiliki tiga akses masuk utama dan puluhan jalan tikus.

"Tidak tahu dari mana itu masuknya, disini ada tiga akses masuk. Yang dari jalan raya bekasi, kemudian akses utama. Apalagi jalan tikus banyak, jadi bisa masuk dari mana-mana," ujarnya.

Simson juga menjelaskan jika di lokasi yang tepatnya berada di seberang Taman Sun Flower Garden atau ujung jalan Pulokambing, Kelurahan Rawa Terate ketika akhir pekan terbilang sepi.

"Di sini sepi, karena kan pas hari libur pabrik ya. Beda lagi kalau hari biasa ramai kendaraan pabrik yang lewat. Dan di sini, kalau siang itu di taman banyak warga sekitar, tapi karena malam jadi nggak ada kan," jelasnya.

"Jadi itu yang ngerokok, kelihatannya bukan masa lewat di sini. Emang mereka udah ngikutin gitu, dan itu aja udah banyak kan," tambahnya.

Next

Adapun, berdasarkan pantauan merdeka.com di TKP kejadian pengeroyokan pada Senin (24/1) sekitar pukul 10.00 Wib, sudah tidak terlihat mobil Toyota Rush yang jadi bulan- bulanan massa, maupun bekas penganiayaan.

Di TKP hanya terlihat serpihan kecil pecahan kaca mobil yang berserakan baik di jalan raya maupun di lahan kosong samping trotoar tepat, di dekat dua pohon. Terlihat juga bekas retakan trotoar akibat terhantam benda.

Next

Korban Diduga Sempat Tabrak Pemotor

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya HM, seorang lansia yang dikeroyok massa di kawasan Jalan Pulokambing, kawasan JIEP, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (23/1) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan dari hasil pemeriksaan ada dua keterangan yang menyebut jika alasan massa mengejar HM, karena diduga sempat menabrak pemotor dan diteriaki maling.

"Betul, yang bersangkutan adalah pemilik mobil. Infonya begitu diantaranya tabrak motor, dan ada yang meneriaki maling," kata Ahsanul saat dikonfirmasi, Senin (24/1).

Adapun terkait kondisi HM, Ahsanul menyebut dadi hasil pemeriksaan saksi keluarga, diketahui jika korban yang sudah berusia lanjut usia (lansia) sudah mengalami kurangnya pendengaran, alhasil ketika diteriaki massa dia pun tak mendengar.

"Betul kurang pendengaran," ujarnya.

Namun demikian, Ahsanul mengatakan jika sampai saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan guna, mencari ihwal penyebab para pelaku mengeroyok korban.

Viral di Media Sosial

Kejadian itu viral di media sosoal. Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat terjadi aksi kejar-kejaran pengemudi mobil oleh pemotor. Kejar-kejaran itu disertai teriakan maling dari salah satu pemotor. Insiden tersebut dikabarkan terjadi wilayah Tebet mengarah ke Pulogadung.

"Ternyata karena ngebut dia diteriaki (maling) jadi timbul massa. Saat kami cek identitasnya punya dia nggak ada pencurian, itu salah," tegas Ahsanul saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/1).

Akibat kesalahan itu, sosok pengemudi yang diketahui berinisial HM berumur 80-an tahun itu tewas dihajar massa. Ketika ditanya alasan pengemudi tersebut ngebut tidak pada tempatnya, Ahsanul mengaku hal itu masih didalami.

"Kami lidik, karena korban sudah meninggal jadi kami tanya dari saksi," jelas dia.

Tak hanya itu saja, Ahsanul juga menegaskan bahwa polisi akan mencari pelaku pengeroyokan kepada lansia tersebut. "Kami lidik, cari pelaku pengeroyokan," dia menandasi.

Penulis: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya