Pemerintah Resmi Berikan Diskon Pajak Mobil Baru, Ini Rinciannya

Oleh Redaksi Otosia pada 18 Jan 2022, 08:15 WIB
Diperbarui 18 Jan 2022, 08:15 WIB
Booth Mitsubishi di GIIAS 2021 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)
Booth Mitsubishi di GIIAS 2021 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Otosia.com Akhirnya pemerintah resmi melanjutkan program Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP). Presiden Joko Widodo, melalui Kementrian Koordinator (Menko) Perekonomian, secara resmi meneruskan peraturan tersebut selama tahun 2022.

Peraturan baru ini sudah tidak lagi mengusung persyaratan sebelumnya. Pemerintah menerapkan persyaratan baru, di mana hanya dua tipe mobil yang berhak untuk mendapatkan relaksasi pajak.

Pertama adalah mobil kelas LCGC atau juga disebut sebagai Kendaraan Bermotor dan Hemat Bahan Bakar (KBH2). Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 74 tahun 2021, mobil ini dikenakan pajak sebesar 3%.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/dit)

Next

LCGC Daihatsu Ayla (Daihatsu)

Mulai tahun ini LCGC tidak dikenakan pajak PPnBM alias 0% untuk kuartal pertama. Lalu untuk kuartal kedua, segmen ini akan diberikan pajak PPnBM 1%. Berikutnya di kuartal ketiga, pembeli harus membayar pajak sebesar 2%. Terakhir di kuartal keempat, pemerintah sudah tidak lagi memberikan insentif pajak.

Dengan kata lain, pemerintah memberikan potongan pajak sepenuhnya di kuartal pertama tahun 2022 dan secara perlahan, kembali ke peraturan yang berlaku sebelumnya.

"LCGC di Kuartal pertama diberikan fasilitas (PPnBM-DTP) 0%, artinya 3% ditanggung pemerintah. Di kuartal kedua 2% ditanggung pemerintah. Di kuartal ketiga adalah 1% ditanggung pemeritntah dan di kuartal keempat bayar penuh," jelas Airlangga Hartanto, Menko Perekonomian, pada jumpa pers terkait Evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).

Di luar LCGC

Ilustrasi mobil Rp 200-250 jutaan, Daihatsu Xenia (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Selain LCGC, pemerintah juga memberikan insentif pajak kepada mobil dengan rentang harga Rp 200-250 juta, yang dikenakan tarif PPnBM sebesar 15%.

Dengan demikian mulai kuartal perama konsumen diberi keringanan berupa diskon PPnBM 50%, di mana pajak mobil turun menjadi 7,5%. Namun untuk kuartal kedua, pemerintah sudah tidak lagi memberikan relaksasi pajak.

"Otomotif antara harga Rp 200-250 juta, yang tarif PPnBM-nya 15%, di kuartal pertama diberikan 50% (diskon) ditanggung pemerintah. Sehingga masyarakat hanya membayar 7,5%. Dan di kuartal kedua sudah mulai membayar full," tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya