Bukan Cuma Indonesia, 6 Negara Ini Masih Menggunakan BBM Jenis Premium

Oleh Redaksi Otosia pada 05 Jan 2022, 15:15 WIB
Diperbarui 05 Jan 2022, 15:15 WIB
Pengendara motor mengisi BBM di SPBU, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengendara motor mengisi BBM di SPBU, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Otosia.com Rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium belakangan ramai diperbincangkan. Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan aturan distribusi dan harga jual bahan bakar minyak.

Dalam baleid itu disebutkan bahwa BBM jenis bensin RON minimum seperti Premium bukannya dihapus, namun justru akan didistribusikan ke wilayah penugasan yang meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (ayat 2 dan 3).

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/sdi)

Next

"Menteri dapat menetapkan perubahan jenis BBM khusus penugasan serta wilayah penugasan berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin menteri yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang perekonomian," mengutip isi aturan

Aturan ini mengubah wilayah penugasan untuk distribusi Premium pada Keppres 191 Tahun 2014 yang dikecualikan di tujuh wilayah, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Dengan begitu, tidak ada lagi pengecualian wilayah penugasan distribusi Premium.

 

Next

Negara Pengguna Bensin Premium

Selain di Indonesia, BBM Premium ternyata juga masih dipakai oleh enam negara lain. Menurut data Pertamina, negara-negara tersebut antara lain Bangladesh, Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina dan Uzbekistan.

"Jadi populasinya secara global juga sangat sedikit. Negara-negara maju sudah menggunakan BBM dengan minimal standar EURO 4," kata Pengamat Energi Maming Setiawan kepada Liputan6.com, Senin (27/12/2021).

Next

Penghapusan Premium ini merupakan respon dari pemerintah yang ingin menghadirkan udara bersih.

"Premium membahayakan kesehatan," ungkap Basuki Tjahaja Prunama, Komisaris Utama PT Pertamina.

Lebih lanjut, pria yang sering disapa Ahok itu menilai bahwa masyarakat sudah melakukan shifting dengan banyak menggunakan Pertalite ketimbang Premium.

Next

Hal senada turut disampaikan oleh Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Subholding Pertamina Commercial & Trading, Irto Ginting.

Dalam kesempatan terpisah, Irto menyebut pemakaian Pertalite sudah di atas 70%, sehingga sangat memungkinkan menghapus Premium.

"Sudah diatas 70 persen, secara prinsip sudah siap," katanya.

 

Next

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya