Mengenal Jenis Suspensi Motor dan Cara Merawatnya

Oleh Redaksi Otosia pada 31 Des 2021, 08:15 WIB
Diperbarui 31 Des 2021, 08:15 WIB
Ilustrasi Yamaha XSR 155 dengan suspensi upside down (Otosia.com/Nazar Ray)
Ilustrasi Yamaha XSR 155 dengan suspensi upside down (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com Suspensi adalah salah satu komponen penting pada sepeda motor dalam menunjang kenyamanan. Sebagai penahan guncungan, peran suspensi sangat penting saat sepeda motor melewati jalan yang kurang baik.

Sebagai bantalan penahan guncangan, suspensi tidak hanya terdiri dari spring atau per saja, tetapi ada bantuan dengan oli juga agar bisa lebih empuk atau pengendara lebih nyaman.

"Untuk itu pengguna motor perlu mengenal jenis dan manfaatnya, serta perawatannya sehingga makin menunjang kegiatan berkendara yang lebih maksimal," buka Muslian, Manager After Sales Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers (Sumatera Selatan & Bengkulu).

 (kpl/nzr)

Jenis suspensi

Saat ini jenis suspensi terutama bagian depan sudah mulai beragam sesuai dengan perkembangan terkini. Ada suspensi teleskopik dan suspensi upside down. Perbedaan yang mudah terlihat dari kedua suspensi ini adalah posisi inner tube (tabung kecil) dan outer tube (tabung besar).

Pada jenis upside down, posisi inner tube berada di bagian bawah dan outer tube berada di atas. Sedangkan jenis teleskopik di bagian atas adalah posisi inner tube dan outer tube berada di bawah.

Next

Suspensi upside down, posisi inner tube berada di bawah dan outer tube di atas

Keduanya juga dibedakan melalui cara kerjanya. Pada jenis upside down dimaksudkan agar bagian pegangan di atas lebih besar. Hal ini untuk mengurangi getaran yang dihasilkan ketika motor sedang dikendarai sehingga peredaman lebih baik.

Sementara suspensi bagian belakang atau biasa disebut shock absorber, berfungsi untuk menopang as roda belakang serta meredam kejutan atau getaran dari permukaan jalan serta ayunan mesin.

Jenis suspensi bagian belakang ada 2 macam, yaitu double shock dan Mono shock atau Monocross yang biasa digunakan di motorsport atau offroad. "Jenis suspensi harus dipilih sesuai karakter kendaraan, tergantung dari fungsi sepeda motor itu sendiri, apakah untuk harian, balapan, ataupun offroad," terangna.

Perawatan

Sama seperti kompnen lain. Suspensi juga perlu dirawat dengan menjaga kebersihannya dari benda-benda asing yang menempel baik yang di luar ataupun di tabung. Diupayakan untuk dapat dicek kebersihannya serta kondisi seal.

"Jika suspensi terlalu kotor biasanya akan merusak seal dan bisa menyebabkan kebocoran oli. Lakukan juga pergantian oli setiap 15.000 km, karena jika kualitas oli tidak bagus maka dapat mengganggu kinerja suspensi sehingga disarankan untuk mengganti oli dan seal suspensi," imbuh Muslian.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya