Pemkot Bandung kepincut bus listrik Kemenristek

Oleh Redaksi Otosia pada 26 Nov 2013, 15:15 WIB
Diperbarui 26 Nov 2013, 15:15 WIB
Ridwan Kamil. ©2013 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono
Ridwan Kamil. ©2013 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Otosia.com Otosia.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) kembali melakukan road show di Bandung untuk memamerkan kendaraan massal berbasis listrik. Bus dengan dimensi sedang diperkenalkan untuk menjajal jalanan di Bandung.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun langsung kepincut mobil berkapasitas 20-30 orang tersebut.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, jika kendaraan bus yang ramah lingkungan sudah diproduksi masal pihaknya ingin memesan 100 unit. Alasan menggunakan bus kreasi anak bangsa itu karena sesuai dengan program pemerintah kota Bandung.

"Ini komitmen kami agar kendaraan massal yang ada itu hemat energi dan go green. Apalagi kampus di Bandung banyak, ini jelas sangat membantu. Ini adalah sebuah teknologi yang bisa merevolusi," kata pria yang akrab disapa Emil, usai menjajal bus listrik, di Balai Kota Bandung, Selasa (26/11).

Pada kesempatan itu Menristek Gusti Muhammad Hatta dan Ridwan Kamil mencoba bus listrik dengan menjajal jalanan di Bandung. Kelebihan mobil listrik secara umum dibandingkan dengan mobil konvensional adalah suaranya halus, serta nol emisi.

"Kita makhluk berpikir harus mencari cara baru yang survive dengan cara menghemat. Pemkot Bandung ingin pesan bus untuk diadopsi," terangnya.

Sementara itu Menristek menyebut pihaknya sedang intensif mengoordinasikan dengan Kementerian lain untuk memproduksi kendaraan berbasis listrik secara masal.

"Kalau kami tugasnya kan sampai menghasilkan barangnya. Kalau produksi massal itu sudah Kementerian lain atau pengusaha otomotif lainnya. Kami hanya sampai uji coba terus selesai. Yang penting adalah mengoordinasikan dengan Kementerian lain," ungkapnya.

Selo, mobil sport berwarna kuning dihadirkan juga di sini. Mobil yang mampu berlari hingga 200 kilometer per jam itu menjadi primadona warga Bandung yang ada di Balai Kota. (mdk/dri/mtf)

Sebelum GIIAS 2022

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya