Wali kota Bandung akan terapkan sistem gaji bagi sopir angkot

Oleh Redaksi Otosia pada 20 Sep 2013, 11:46 WIB
Diperbarui 20 Sep 2013, 11:46 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. ©2013 Merdeka.com
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. ©2013 Merdeka.com

Otosia.com Otosia.com - Wali kota Bandung Ridwan Kamil ingin mengembalikan angkot sebagai primadona transportasi publik, warga Bandung. Angkot, dewasa ini mulai ditinggalkan karena sudah tidak nyaman. Sebut saja ngetem, ongkos yang seenaknya, saling serobot penumpang, kriminalitas, asap rokok dan permasalahan lainnya.

Warga memilih kendaraan pribadi sebagai operasional. Akibatnya Bandung pun macet.

"Kita ingin angkot ini kembali penuh. Sekarang ini memang banyak komplain, misal takut pencopetan, sopirnya merokok. Kita sedang pikirkan supaya angkotnya nyaman," kata Ridwan Kamil saat menjadi sopir angkot, dalam program 'Angkot Day', Jumat (20/9).

Emil, biasa disapa, tengah memikirkan bagaimana sopir angkot ini tidak menerapkan sistem setor. Untuk itu dia pun menginginkan sistem gaji setiap bulannya. Langkah itu menurutnya akan membuat sopir tak main serobot.

"Saya akan ngobrol dengan asosiasi pengusaha angkot dulu, bagaimana kita hitung sama-sama, bisa tidak sistemnya jangan setoran gitu, sistemnya gaji. Itu yang kita pikirkan," ungkapnya.

Bentuk pendanaan, kata dia, salah satunya ialah dengan iklan. Selain itu angkot akan didesain semenarik mungkin, agar warga mau menggunakan kendaraan umum.
"Lainnya bisa juga dengan subsidi apa dan seterusnya kita sedang pikirkan," katanya.

Dia pun menyindir wacana pemerintah yang akan mengadakan program mobil murah. Keberadaan mobil murah hanya akan menghambat kerja keras Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi kemacetan lalu lintas.

"Intinya saya sedang bersemangat bagaimana warga kota menggunakan transportasi publik. Dari kecil saya pengguna angkot juga. Makannya kurang pas juga dengan situasi dan kampanye, jika ada mobil murah. Mari kita menggunakan kendaraan yang non pribadi, baik sepeda dan angkutan kota saja," tandasnya.

Catatan Dishub Kota, Bandung ini memiliki 38 trayek dengan 5.221 armada yang melayani rute di dalam kota. (mdk/dri/has)

Video Paling Viral saat Ini

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya