Tol Jagorawi Juga Punya Titik-titik Rawan Kecelakaan

Oleh Redaksi Otosia pada 02 Jan 2013, 17:30 WIB
Diperbarui 02 Jan 2013, 17:30 WIB
Ilustrasi: Kecelakaan beruntun di Tol Jagorawi (kontralisanfm)
Ilustrasi: Kecelakaan beruntun di Tol Jagorawi (kontralisanfm)

Otosia.com Tidak hanya jalan tol Cipularang yang memiliki beberapa titik rawan kecelakaan. Tol Jagorawi juga masuk dalam daftar 16 jalan bebas hambatan yang memiliki beberapa area yang berbahaya bila pengemudi tidak waspada.

Menurut Ahmad Ghani Gazali Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tol Jagorawi punya sejumlah spot yang rawan bagi pemakai jalan. Jika pengendara kurang antisipatif apalagi mengantuk pada titik-titik rawan, maka bisa menimbulkan kecelakaan.

Kasus terakhir adalah peristiwa tabrakan yang melibatkan BMW X5 yang dikemudikan Rasyid Amrullah, putra Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa dengan Daihatsu Luxio pada selasa pagi (1/1) sekitar pukul 05.30 WIB di tol Jagorawi km 3.500 Cililitan ke arah Bogor.

Mobil BMW X5 yang dikendarai Rasyid menyeruduk Luxio dari belakang. Akibatnya dua penumpang Luxio, yakni Harun (57) dan Raihan (14 bulan) yang duduk di kursi belakang meninggal dunia. Sementara tiga korban lainnya, yaitu Rival (8 tahun), Nung (32 tahun) dan Supriyati (30 tahun) mengalami luka-luka.

Selain rawan di spot-spot tertentu, tol Jagorawai merupakan jalan bebas hambatan tertua di Indonesia. Jalan yang dibangun di era Suharto ini mulai dioperasikan tahun 1978, dan memiliki panjang sejauh 59 km. Dan tol ini menghubungkan antara Jakarta-Cibubur-Citeureup-Bogor, dan Ciawi.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah kendaraan yang melewati tol Jagorawi terus meningkat. Di tahun 2011, tercatat ada 465.736 kendaraan melintas , naik dibandingkan 2010 yang berjumlah 343.687 kendaraan.

Dari beberapa kasus yang terjadi beberapa tahun terakhir, kecelakaan terjadi di lokasi rawan (blackspot) tol Jagorawi. Dari laporan kecelakaan di jalan tol Jagorawi dalam beberapa tahun terakhir, didapati enam titik rawan kecelakaan untuk kedua ruas jalan (Ruas A dan Ruas B). Masing-masing pada Ruas A (km 9-10, km 11-12, km 40-41) dan Ruas B (km 5-6, km 6-7, km 20-21).

Diidentifikasi faktor penyebab kecelakaan tertinggi di jalan tol ialah faktor pengemudi (kurang antisipasi dan mengantuk) dan faktor kendaraan (ban pecah).

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/nzr/vin)
Berita Terkini Selengkapnya