Jual 35.855 Mobil, Toyota Kebal Badai DP Kredit

Oleh Redaksi Otosia pada 24 Nov 2012, 08:45 WIB
Diperbarui 24 Nov 2012, 08:45 WIB
PT Toyota Astra Motor Indonesia
PT Toyota Astra Motor Indonesia

Otosia.com Sejumlah pihak mulai dan bahkan sudah mengeluhkan dampak "badai" kenaikan uang muka atau down payment (DP) kredit. Namun penjualan Toyota Astra Motor justru tetap menunjukkan peningkatan, total mencapai 35.855 unit.

Sejumlah pihak di Toyota, terutama dari Auto 2000 sendiri pernah menyebutkan bahwa sedikit banyak badai itu akan berimbas. Khususnya di segmen bawah seperti Avanza-Xenia. Namun hingga Oktober lalu, Toyota Astra Motor ternyata mampu membukukan penjualan total sebanyak 35.855 unit atau naik 6,4 persen.

"Pencapaian bulan Oktober ini cukup melegakan. Dampak kebijakan penaikan uang muka (DP) yang efektif sejak Juni 2012 tidak terasa begitu signifikan hingga saat ini,” ujar Johnny Darmawan selaku Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor dalam keterangan resminya.

Pada Oktober lalu, pertumbuhan penjualan "menggejala" di hampir semua segmen kendaraan Toyota. Seperti pada compact car, MPV, SUV dan kendaraan komersial. Toyota Yaris sendiri catat penjualan 2.196 unit atau naik 2 persen dibandingkan bulan sebelumnya dengan 2.158 unit.

Peningkatan terbesar masih dipegang segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) Toyota dengan pertumbuhan 10 persen. Total penjualan 21.307 unit (September) menjadi 23.442 unit (Oktober).

Adapun untuk segmen SUV, Toyota mencatatkan pertumbuhan 2,3 persen dengan total penjualan 4.741 unit. Toyota Rush mencatatkan pertumbuhan 8,4 persen dengan total penjualan 3.007 unit.

Sebelumnya Toyota menyampaikan kemungkinan dampak psikologis dari kenaikan DP. Dampak akan mulai terasa pada tiga bulan setelah ketentuan itu diresmikan. Meskipun demikian, penjualan mobil Toyota masih lumayan tinggi. Namun dalam hal ini Toyota mengaku waspada terhadap efek berantai yang dapat ditimbulkan oleh kebijakan tersebut. Efek terhadap pertumbuhan pasar mobil nasional.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini
 (kpl/why/abe)
Berita Terkini Selengkapnya