Pengembangan Mobil Listrik Toyota Terkendala Baterai

Oleh Redaksi Otosia pada 08 Okt 2012, 18:10 WIB
Diperbarui 08 Okt 2012, 18:10 WIB
Toyota Prius
(Foto: Nazar Ray)
Toyota Prius (Foto: Nazar Ray)

Otosia.com Toyota Astra Motor masih kurang yakin terhadap pengembangan pasar mobil listrik. Satu dari persoalan yang menjadi kendala adalah soal teknologi, khususnya baterai.

"Baterai memang jadi soal. Pengelolaannya tidak mudah. Pembuangannya harus dipikirkan, tidak bisa main buang sembarangan," ungkap Direktur Utama PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan.

Johnny menambahkan bahwa baterai yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan akan dikembalikan ke Jepang untuk daur ulang atau pemusnahan jika dianggap limbah.

Lebih jauh, pengembangan mobil listrik diharapkan memiliki baterai dengan kapasitas yang tak terbatas, bentuk yang lebih kompak dan ringan, serta memiliki jarak tempuh yang lebih jauh. Toyota pusat sendiri lebih mengembangkan mobil listrik untuk kendaraan dengan jarak tempuh yang dekat.

Johnny pun tidak melihat bahwa hybrid bisa menengahi persoalan ini karena inti masalah ada pada pengembangan baterai.

Sementara itu, hingga hari ini PT Toyota Astra Motor memasarkan dua model hybrid-nya lewat Camry dan Prius. Kedua model saling berebut konsumen yang memang sudah tersegmen karena berani bayar mahal dan menghargai teknologi penggerak hibrida.

Meski sudah punya pembeli, Toyota Astra Motor masih ragu untuk melangkah lebih jauh.

Prius sebagai produk yang sudah lebih dulu dipasarkan malah terlibas oleh Camry yang cenderung lebih konvensional dalam hal bentuk. Toyota Prius sendiri dipasarkan di kisaran harga Rp. 605 juta, sementara Toyota Camry Hybrid Rp. 635 juta setelah pajak.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/why/bun)
Berita Terkini Selengkapnya