Toyota 86 - Subaru BRZ Terkendala Pemetaan ECU

Oleh Redaksi Otosia pada 05 Okt 2012, 17:35 WIB
Diperbarui 05 Okt 2012, 17:35 WIB
Subaru BRZ
Subaru BRZ

Otosia.com Baru saja diluncurkan di Indonesia, muncul kabar tak sedap seputar "si kembar" Toyota 86 dan Subaru BRZ. Kabar tersebut soal seringnya kedua varian sport itu mengalami mati mesin secara tiba-tiba dan sulit dihidupkan kembali.

Toyota dan Subaru yang telah mendalami laporan tersebut mengatakan, masalah muncul karena gangguan pemetaan (mapping) pada komputer mesin (ECU).

Menurut juru bicara Toyota, Brian Lyons, masalah tersebut terjadi karena coding peranti lunak tak bisa diindentifikasi oleh ECU, khususnya proses adaptasi dengan perilaku pengemudi. Saat itu mesin tak menemukan titik toleransi. Peranti lunak tak berfungsi atau mengalami anomali.

Upaya ECU mengetahui perilaku mengemudi tidak sesuai dengan program yang dibuat. Akibatnya mesin ngadat. ECU memberi indikasi gangguan melalui lampu di panel instrumen. Ketika dicek dengan checker, muncul kode eror "P00019".

Toyota mengatakan, mobil yang dimiliki konsumen di AS saat ini belum menempuh jarak 160 km. Untuk perbaikan, teknisi akan me-refresh komputer mesin dengan pemetaan yang tepat. Jika sudah digunakan lebih dari 160 km, maka komputer mesin harus diganti.

"Masalah ini melibatkan kerja VVT, tetapi tidak memerlukan perbaikan mekanis. Tindakan selanjutnya, komputer harus bisa memperbesar toleransi deteksi untuk mencegah anomali," beber Lyons.

Tanggapan Subaru tentang hal ini sama dengan Toyota, yaitu pemetaan pada ECU yang terganggu. Untuk mengatasinya, tidak perlu mengganti komponen, tetapi cukup penyetelan ulang.

"Masalah ini tidak ada kaitannya dengan jarak tempuh. Tidak perlu mengganti ECU sampai jarak tempuh tertentu. Fisik komputer (hardware) tidak ada yang rusak," ungkap juru bicara Subaru, Dominick Infante.

Lyons menambahkan, semua mobil yang melapor ke bengkel resmi sejak pertengahan Agustus lalu seharusnya sudah selesai menjalani pemetaan ulang (remapping) ECU. Berdasarkan pemeriksaan, tidak semua komputer mesin bermasalah.

Sementara itu, Toyota dan Subaru belum mengeluarkan data jumlah mobil yang mengalami masalah, akibat pemetaan komputer yang "ngaco".

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/bun)
Berita Terkini Selengkapnya