Kuasa Hukum Wiyang Lautner Rilis "Statemen" Lewat Koran

Oleh Redaksi Otosia pada 03 Des 2015, 15:45 WIB
Diperbarui 03 Des 2015, 15:45 WIB
Surat pengumuman (foto: Surat kabar lokal)
Surat pengumuman (foto: Surat kabar lokal)

Otosia.com Tak lama pasca kecelakaan yang melibatkan Wiyang Lautner yang mengendarai Lamborghini Gallardo dan mengakibatkan 3 orang korban yang salah satu di antaranya meninggal dunia, pihak kuasa hukum dari Wiyang Lautner kemudian merilis "statement" bagi publik.

Luar biasanya, statement yang dikeluarkan oleh kuasa hukum Wiyang Lautner tersebut tidak tanggung-tanggung. Dengan menggunakan salah satu koran di Surabaya, pihak kuasa hukum Wiyang Lautner menggunakan hingga separuh halaman koran untuk menyertakan "pengumuman" tersebut.

Inti dari pengumuman tersebut adalah bagaimana pihak kuasa hukum Wiyang Lautner memberikan 4 point utama. Antara lain penegasan event musibah, tidak adanya unsur kebut-kebutan, klarifikasi kondisi jalanan yang licin sebagai penyebab serta statemen bahwa telah adanya bentuk perdamaian dengan pihak korban.

Selepas itu, terdapat kalimat himbauan yang mengatakan supaya semua media yang memberitakan Wiyang Lautner selaku klien dari 7 orang kuasa hukum tersebut, termasuk para pengguna sosial media untuk tidak memberitakan kasus yang terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo secara negatif, sehingga berpotensi untuk "memancing" tuntutan dari pihak kuasa hukum Wiyang Lautner.

Sayangnya, pengumuman yang berbentuk iklan tersebut ternyata tidak serta merta langsung mendapatkan respon positif dari semua pihak. Salah satu yang merasa keberatan adalah M. Fathis Suud, salah satu jurnalis desk Politik yang dikutip dari SindoNews merasa bahwa statement lewat koran ini adalah sesuatu yang tidak perlu, dan lebih bernilai "ancaman" daripada "pengumuman".

"Gila pakek diiklankan di koran. Hajar ae lek, Jatim bukan hanya apa kata JP dan orang berduit. Hukum harus jadi Panglima," ujarnya, seperti yang dikutip dari SindoNews. Sementara itu, capture dari surat pengumuman tersebut tersebar cukup cepat di antara rekan-rekan jurnalis lewat media email, whatsapp maupun BBM broadcast.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/fjr)
Berita Terkini Selengkapnya