Dijejali Turbo, Sedan Honda Civic Tembus 250 Hp

Oleh Redaksi Otosia pada 03 Okt 2015, 10:15 WIB
Diperbarui 03 Okt 2015, 10:15 WIB
Honda Civic Geofan (foto: istimewa)
Honda Civic Geofan (foto: istimewa)

Otosia.com Mengubah sedan untuk masuk dalam proses modifkasi ibarat sebuah akses yang memudahkan, apalagi jika diarahkan untuk gaya sport. Pasalnya, sedan memiliki postur tubuh yang mendekat ke tanah sehingga daya cengekeramnya lebih baik ketimbang kendaraan berpostur tinggi seperti MPV.

Geovan Falvin Widjaja sendiri memutuskan menggarap sebuah sedan Honda Civic FD2 yang ia beli dari sebuah dealer pada tahun 2010 lalu. Ia sendiri sempat membuat si sedan putih ini nyaris mentok ke tanah atau seceper mungkin dengan konsep hellaflush untuk mengejar kategori "Too Damn Low" dalam ajang modifikasi di Jakarta akhir tahun 2014 lalu.

Selepas turut kontes dan meraih peringkat kedua, Geovan menormalkan lagi sektor kaki-kaki. Arus idenya berubah, dan ia memutuskan untuk mengaplikasikan perangkat turbo. Pada Maret 2015 lalu, Geo lalu memboyong sedannya ke rumah modifikasi K.G.P yang digawangi Kevin dan Philip Budiman yang juga sudah dikenalnya sejak beberapa tahun lalu.

Turbo dari Mitsubishi EVO 8 (Turbo CT94) pun dipesan dan siap dipasangkan setelah menunggu kehadiran barang itu selama sebulan.

Pemasangan perangkat turbo diikuti dengan bagian custom pipa-pipa turbo, intake manifold, dan juga blow off valve. Untuk "menipu" ECU, sebuah piggyback Greddy pun dipasangkan.

“Setelah mengaplikasikan turbo dan lainnya, tenaga mesin melonjak sampai 250 HP on wheel dari standarnya maksimal 155 hp,” kata Geo.

Yang menarik, sedan ini tidak banyak diubah di dalam kabin. Ia hanya menggantikan jok pengemudi dengan tipe full bucket plus sabuk keselamatan 4 titik dari Sparco. Tak ketinggalan, ada pula beberapa indikator guna memantau kinerja turbo.

Karena tenaga mesin lebih mengamuk dari sebelumnya, area kaki pun disesuaikan. Walau tetap dengan pelek dan ban standar, perubahan dilakukan di bagian coil over, lower tie bar, lower arm bar, lalu ke engine strutbar dan juga rear strutbar.

“Pengerjaannya memakan waktu sekitar 4 bulan. Semuanya sepenuhnya dikerjakan oleh K.G.P. Hanya satu keinginan saya, selain ingin tampil beda bila dibandingkan dengan Civic FD2 sejenis yang terbilang jarang populasinya dibandingkan dengan adiknya FD1, pengaplikasian turbo ke dalam dapur pacu FD2 bisa dijadikan trend setter bagi pengguna FD2 lainnya,” kata Geo.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/why/fjr)
Berita Terkini Selengkapnya