Bentor Siantar: "Veteran Perang" yang Tetap Melegenda

Oleh Redaksi Otosia pada 18 Mar 2015, 19:15 WIB
Diperbarui 18 Mar 2015, 19:15 WIB
Foto Bentor Siantar Tahun 1999 by peterloud
Foto Bentor Siantar Tahun 1999 by peterloud

Otosia.com Becak-becak kayuh tradisional utamanya di pulau Jawa yang masih diperbolehkan beroperasi, belakangan mulai tergerus masa dan bertransformasi menjadi bentor (becak motor). Alasannya tentu saja agar semakin cepat mengantar penumpang atau barang, tanpa harus menguras terlalu banyak keringat.

Jika biasanya bentor didominasi oleh mesin-mesin dan part motor bebek, maka beda lagi dengan Bentor Siantar. Becak ini digerakkan oleh motor besar tua bermesin 350ccc hingga 500cc. Apalagi jenis yang dipakai merupakan tunggangan klasik Birmingham Small Arm (BSA) buatan Inggris yang dahulunya dipakai untuk kepentingan peperangan.

Selain BSA, juga ada beberapa sepeda motor dari brand ternama lainnya seperti Norton, Triumph, BMW hingga Harley-Davidson. Setiap motor, rata-rata memiliki usia 60 tahunan dengan pembuatan mulai tahun 1941, 1948, 1952 dan 1956.

Meski tergolong sebagai motor klasik, mereka pun laksana para "veteran perang" yang tak mau tumbang oleh perguliran masa. Mereka masih hidup dan tetap menjadi ikon Pematang Siantar yang melegenda dari masa ke masa.

Hingga kini Bentor Siantar sudah menjadi salah satu situs purbakala yang harus dilindungi sesuai Undang Undang No.5 tahun 1992 bahwa setiap benda peninggalan sejarah di atas usia 50 tahun dapat dinyatakan cagar budaya dan wajib dilindungi pemerintah.

Karakternya vintage namun bermesin besar tak urung membuat para pecinta motor untuk memiliki bentor tersebut dengan cara membelinya. Hal itulah yang sempat membuat keberadaan bentor Siantar sempat terancam punah.

Guna menangkal hal tersebut, para pemilik becak utamanya tipe BSA di Siantar kompak untuk mematork harga selangit jika ada yang menawar. Harga yang mereka patok untuk satu bentor BSA bisa berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp jutaan.

Cek galeri fotonya di bawah untuk melihat berbagai model kerennya.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/sdi)
Berita Terkini Selengkapnya