Jembatan rubuh, warga Buloh Seuma pakai rakit seberangi sungai

Oleh Redaksi Otosia pada 18 Jun 2014, 10:26 WIB
Diperbarui 18 Jun 2014, 10:26 WIB
Jembatan Buloh Seuma rusak. ©2014 Merdeka.com/Afif
Jembatan Buloh Seuma rusak. ©2014 Merdeka.com/Afif

Otosia.com Otosia.com - Warga Permukiman Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, mengharapkan adanya pembangunan jembatan baru untuk menghubungkan antar desa. Selama ini untuk menghubungkan Desa Kuta Padang dengan Desa Raket dan Gampong Teungoh harus melintasi sungai.

Jembatan yang sudah dibangun berkali-kali rusak karena diterjang banjir. Sehingga untuk melintasi sungai yang luasnya sekitar 80 meter harus menggunakan sebuah rakit yang dibaut secara swadaya oleh masyarakat.

Iskandar, seorang Tuha Peut (pemuka masyarakat) Desa Raket pada merdeka.com mengatakan, rakit itu sudah dibaut oleh masyarakat sejak 2009 lalu. Namun sudah pernah tidak digunakan sekitar akhir 2012 lalu dibangun jembatan, namun pada April 2013, jembatan rusak diterjang banjir.

"Lalu secara swadaya kami perbaiki kembali, namun kembali rusak pada Mei 2014 juga karena diterjang banjir," katanya.

Hal yang membuat Iskandar khawatir dengan keberadaan sarana transportasi penyeberangan sungai itu dengan menggunakan rakit, jelas Iskandar adalah anak-anak sekolah. Karena pernah terjadi insiden yang nyaris merenggut nyawa anak Sekolah Dasar (SD) terjatuh dalam sungai.

"Yang kami khawatir saat anak sekolah mau menyeberang, berdesak-desakan, lalu terjatuh dan itu pernah terjadi, untung saja masih sempat kami selamatkan," tuturnya.

Permukiman Buloh Seuma memiliki tiga desa yaitu Desa Kuta Padang, Raket dan Gampong Teungoh memiliki penduduk sebanyak 1000 jiwa. Sedangkan sumber ekonomi mereka adalah menangkap ikan rawa seperti lele dan gabus serta melaut.

Selain itu Buloh Seuma juga terkenal dengan Madu yang memiliki kualitas tinggi. Hampir seluruh antero Aceh mengetahuinya bahwa permukiman itu merupakan pusat produksi madu di Aceh. Produksi madu itu panen setahun sekali.

Untuk mencapai ke permukiman itu harus menempuh jalan darat yang berlumpur sepanjang 35 Km dari pusat kota Kecamatan Trumon selama 3,5 jam. Selain itu juga bisa melalui jalan laut juga harus menempuh 3 jam perjalanan. Namun bila jalan laut harus menunggu di saat ombak kecil. (mdk/aff/mtf)

Video Paling Dicari saat Ini

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya