Bolehkah Tubeless Botak Pakai Ban Dalam?

Oleh Redaksi Otosia pada 16 Jan 2017, 19:45 WIB
Diperbarui 16 Jan 2017, 19:45 WIB
Foto: Hafid
https://cdns.klimg.com/otosia.com/p/headline/0000445776.jpg

Otosia.com Banyak para pengendara Indonesia yang menggangap ban tubeless yang mulai botak dapat dipanjangkan masa pakainya dengan menambahkan ban dalam.

Padahal cara ini justru sia-sia, bahkan berisiko. Soalya, menurut Refil Hidayat selaku PDP Segment Manager PT Michelin Indonesia, ide kreatif tersebut tidak akan membantu dalam memanjangkan masa pemakaian ban.

"Ban tubeless itu sebenarnya sudah ada ban dalamnya. Cuma menempel di inner side dari ban itu. Jadi tubeless itu sebenarnya yang cubnya ditempel full. Jadi percuma, belum lagi volumenya ban akan jadi lebih berat jika menggunakan saat kondisi sudah botak. Dan ini berisiko adanya friksi antara can dengan ban luar, dia akan kegesek dan bisa bocor terus," jelas Refil.

Lantas apa jadinya jika cara tersebut tetap diterapkan? Dalam kondisi darurat, ide itu bisa saja diaplikasikan.

Namun perlu diingat ban botak sudah tidak memiliki lapisan yang kuat dalam menghadapi permukaan jalan. Benturan keras atau adanya benda asing yang terlindas dapat merobek tapak ban kapan saja.

"Sebenarnya tidak disarankan karena berbahaya, tetapi kalau tetap dilakukan, ada limit kecepatan tertentu. Misalnya lari di kecepatan 50 kilometer per jam, mungkin akan normal saja, tapi kalau 100 kilometer per jam, tidak lama paling bocor," tutur Refil.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/fid/fdk)
Berita Terkini Selengkapnya