Kroser Indonesia Tampil Gigih di Leg 2 Reli Asia Cross Country

Oleh Redaksi Otosia pada 17 Agu 2016, 10:15 WIB
Diperbarui 17 Agu 2016, 10:15 WIB
Foto: Furukawa Battery Indonesia
Foto: Furukawa Battery Indonesia

Otosia.com Tim Furukawa Battery Indonesia mencatat hasil yang cukup baik untuk Rudy Poa di leg kedua Asia Cross Country Rally  (AXCR) Thailand-Kamboja kemarin (15/8). Jejak Rudy sayangnya tidak diikuti rekan setimnya Kadek Ramayadi. Kadek kembali dirundung persoalan teknis dengan motornya.

Start dari Klong Kwang Chathanburi, 46 pereli motor ditantang untuk menaklukan handicap Special Stage (SS) sepanjang 83,67 Km yang masih didominasi tanah perkebunan, perkampungan, hutan dan disuguhi sungai menjelang finish di Bo Rai.

Pada tahapan kedua ini, hujan ikut menjadi tantangan peserta membuat mereka harus konsentrasi penuh di trek licin termasuk di tanjakan dan perkampungan. Pereli Jepang dari tim Furukawa Battery, Keisuke Meida mencatat hasil yang baik dengan menjadi yang tercepat di SS2 ini setelah bersaing ketat dengan pereli Kamboja, Daravuth Can di urutan kedua.

Pereli andalan Indonesia, Rudy Poa yang memacu motor Husqvarna TE250 2011 berhasil memperbaiki peringkat di urutan ke-29 lebih dari dari pencapaian sebelumnya di posisi ke-34. Hal ini tidak terlepas dari kemampuannya membaca petunjuk arah peta yang dipelajarinya di leg pertama.

“Hari ini saya sudah mulai menemukan teknik bagaimana mengikuti reli motor itu dan peringkat saya berada di urutan ke-29.  Selama dua hari ini saya terus banyak belajar. Intinya, kecepatan bukan segalanya di AXCR namun akurasi arah sangat menentukan. Sering kali saya memacu motor dgn kecepatan tinggi dan melewati banyak kompetitor lain, tapi saat saya berhenti atau penurunkan kecepatan untuk kalibrasi odometer atau memastikan arah, maka rider lain akan sampai atau mendekati di posisi saya dan sering juga mereka ikut jalur pilihan saya,” papar Rudy.

“Rute open track di AXCR tidak seperti di gurun, yang jarak antara tikungan bisa 10 km. Di sini paling jauh jarak antara tikungan 1.2 km saja dan kebanyakan hanya sekitar 300 meter serta memiliki cabang yang  mudah terlewat belokan yang seharusnya kita ambil,” tambah Rudy.

Sayangnya, motor Kadek Ramayadi kembali bermasalah sesaat menjelang start SS2 sehingga membuatnya kembali absen dari pertarungan. Meski demikian, Kadek memperlihatkan semangat pantang menyerah dengan langsung memperbaiki motor sendiri di service point. Didera masalah yang terus merongrongnya, Kadek tidak putus asa untuk mendorong ke garis start dan kemudian segera membongkarnya di arela finish di Kamboja.

“Rasanya masalah tidak kunjung reda mendera motor saya, karena hari ini harus mendorong motor 200 meter terakhir sampai check point 1 menjelang start SS. Namun semangat dari rekan saya Rudy Poa dan misi membawa nama bangsa di ajang reli ini menjadi spirit saya untuk tetap bertahan. Motor saya mengalami masalah di tensioner camshaft chain, di mana  setelah 40 menit mesin bekerja, gigi timing melompat, sehingga klep berbenturan dengan piston,” ungkap Kadek.

“Karena masih ada 1000 km lebih lagi di depan dan menghindari kerusakan tambah parah dengan konsekuensi mendapat penalti waktu jauh lebih baik, daripada finish hari ini, dengan kemungkinan akan tidak start besok. Saya bongkar dan perbaiki sendiri motor dan menjelang Maghrib sudah bisa menyala normal. Kami sudah siap lagi berlomba besok, semoga bisa menyentuh garis finish tanpa kendala lagi.”

Video Paling Dicari saat Ini
 (kp/nzr/abe)
Berita Terkini Selengkapnya