Tak Perlu Keluar Rp 1 Juta Buat Ganti AIS Gran Max dan Ayla

Oleh Redaksi Otosia pada 10 Mei 2016, 21:15 WIB
Diperbarui 10 Mei 2016, 21:15 WIB
Foto: Nazar Ray
Foto: Nazar Ray

Otosia.com Kebutuhan suku cadang yang bersifat paketan tentu butuh biaya mahal. Pasalnya, satu bagian yang rusak, maka perbaikan justru bersifat total dengan perangkat yang menaunginya.

Ini tentu membuat harganya jadi mahal. Misalnya saja pada Daihatsu Gran Max dan LCGC Ayla untuk suku cadang pada actuator idle speed (AIS).

"Actuator idle speed ada di Gran Max dan Ayla. Dulu, ini kalau rusak harga perbaikannya Rp 1 juta. Soalnya, yang diganti banyak, termasuk throttle body-nya," kata Ahmad Syaufi, Service Parts Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Daihatsu menyebut ini setelah mereka melepas program untuk Child Part seiring program baru mereka, Daihatsu Value Part. Jika Daihatsu Value Part fokus pada jenis suku cadang di bawah genuine, Child Part mereka fokus pada "suntik mati" urusan suku cadang paketan yang bikin harga jadi mahal.

"Sekarang kalau itu, rusak kita cuma benar-benar ganti actuator idle speed controlernya saja yang harganya cuma Rp 315.000. Jadi, ini bisa reduce sampai 70 persen," ujarnya.

Ia juga mencontohkan paketan suku cadang lain yang membuat pemilik enggan ke bengkel resmi, tetapi kini sudah diatasi, yakni

panel EFI di mobil Sirion.

"Kalau dulu rusak, mesti ganti sepaket harganya Rp 6,6 juta. Kalau sekarang kita bisa cuma ganti panel EFI-nya saja, harganya Rp 495.000."

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/nzr/sno)
Berita Terkini Selengkapnya