Skutik Listrik Bikin Daya Rumah Drop? Viar Bilang Itu Mitos

Oleh Dimas Wahyu pada 03 Nov 2017, 20:15 WIB
Diperbarui 03 Nov 2017, 20:15 WIB
Foto: Arsip Otosia
Foto: Arsip Otosia

Otosia.com Skutik listrik kini jadi alternatif baru di Indonesia setelah lama menjadi wacana mencari pengganti kendaraan non-BBM, bahkan beberapa produsen luar sudah masuk dengan memasarkan sepeda listrik.

Yang jadi cerita adalah pengisian dayanya dikhawatirkan membuat daya listrik rumah menjadi drop, mati karena tidak kuat, atau diistilahkan "listriknya turun".

Padahal, seperti dijelaskan pihak Viar, ada kesalahpahaman dalam hal itu karena pengisian listrik tidak menyedot daya yang langsung besar sebab menggunakan arus DC.

"Dengan daya listrik yang terbatas di rumah, rata-rata 1.300 watt di rumah, kadang sambil nyalain TV, AC. Ada ketakutan listrik rumah turun. Padahal enggak," ujar Marketing Communication PT Triangle Motorindo (Viar), Franky Osmond.

Ia menggambarkan, TV dan AC menyedot daya besar karena perangkat itu menyala. Sementara itu, charging untuk skutik listrik adalah pengisian daya ke baterai yang artinya tidak menyedot listrik untuk menyala di waktu yang bersamaan.

"Kalau kendaraan listrik ini kan berbeda, arus DC, ibaratnya menabung. Kalau misalnya konsumsi 500 watt tetapi TV dan AC sudah nyala, tidak apa-apa, jatuhnya hanya isinya lebih lama waktunya. Pengisian pun dalam kondisi mesin skutik mati."

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/why/fdk)
Berita Terkini Selengkapnya