Ini 8 Motor Kustom Karya Builder Indonesia yang Mendunia di 2018

Oleh Redaksi OtosiaNazarudin Ray pada 14 Des 2018, 17:45 WIB
Diperbarui 14 Des 2018, 17:45 WIB
Ilustrasi motor kustom (manoftheworld.com)
Ilustrasi motor kustom (manoftheworld.com)

Otosia.com Tahun 2018 menjadi periode bagi builder-builder Indonesia unjuk gigi di mancanegara. Selain eropa, festival motor custom di negara Matahari terbit juga menjadi ajang karya modifikator Indonesia tebar pesona. Bahkan motor custom Indonesia mendapatkan apresiasi dari pegiat custom Jepang.

Sebanyak 8 builder Indonesia memaerkan karya terbaiknya di customfest di acara The 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2018, awal Desember lalu di Pacifico Yokohama.

Berikut adalah 8 motor custom karya builder Indonesia yang hadir dalam festival motor custom bergengsi dunia di Yokohama:

1. Drakon

Motor ini diberi nama “Drakon” merupakan garapan Tedja Wijata dari Imagineering Customs, yang menampilkan perpaduan antara warna dan juga teknik pengecatan dengan mengambil motif dari Batik Kipas kuno Kerajaan Mataram.

Selain itu filosofi motor ini juga diperlihatkan dari motif awan yang dipengaruhi oleh basis migran Cina dari ajaran Taoisme.

Berbasis Harley Davidson 1600 cc turbocharger, body kit motor ini menggunakan satu bagian utuh dan memasukan banyak sekali sentuhan bentuk 3D dan 100% dikerjakan secara handmade. Segi eksterior yang merupakan nafas dari motor Bagger disematkan melalui velg dengan menggunakan ukuran 30” dipadukan dengan gaya Bagger low rider.

Untuk menambah kesan klasik pada motor ini ditambahkan melalui aplikasi jockey shifter model old skool dikombinasikan dengan kecanggihan teknologi triptonic dan juga tambahan pro charge sebagai tambahan tenaga pada motor.

Motor ini siap untuk tampil di acara 27th Yokohama Hot Rod Custom Show 2018 dan saya dedikasikan untuk teman masa kecil karena selalu mendukung dengan ide, gagasan, gairah dan juga waktu mereka.

2. My Baager

Motor kedua Tedja Wijaya yang ikut show off bertajuk “My Bagger”. Dengan basis mesin yang sama dengan Drakon, motor ini menggunakan desain dan juga pengecatan hasil perpaduan antara warna hitam bertabur glitter pada bagian dasar dengan ungu glitter yang mirip dengan warna root beer.

Bentuk fairing futuristik merupakan salah satu ciri dari desain custom bike Imagineering Customs dengan bodi kit ramping sebagai identitas dari high end bagger. Kaki-kaki kekar motor ini ditopang dengan menggunakan velg berukuran 26” serta sudut kemiringan 40 derajat yang telah disesuaikan dengan standar keselamatan jalan di Amerika Serikat.

My Bagger adalah hasil karya customized lokal yang kaya dengan inspirasi kultur kombinasi dinamis antara kutub timur dan barat di antaranya tersemat dari handle bar bergaya Samurai.

3. RCG 545 Chopper

One Brotherhood "RCG 545 Chopper" adalah Satu konsep motor diawali rasa Brotherhood dan semangat yang kuat. Ndra King sang builder berniat mewujudkan sebuah karya bersama, dimana Reza Gumay memintanya menjadikan satu koleksi rongsokan motor tuanya, yakni Harley-Davidson berbasis frame VL dan mesin UL serta gearbox Shovelhead Ratchet.

Konsep yang dipilih adalah Traditional Chopper, dengan desain motor yang simpel tapi tetap asik digunakan. Untuk urusan frame diserahkan kepada Shofieskuul Chopper serta Kweni 5 Chopper Yogyakarta dalam membuat Springer. Sesuai dengan gaya klasik dari mesin UL Flathead 1941 dan gearbox Shovelhead 1977 , pengoperasian tuas perseneling juga dibuat di tangan dan kopling di kaki seperti layaknya motor H-D UL 1941. Kombinasi itu dipadukan dengan ban Avon 21” di depan serta ban Avon 18” di belakang.

Bagian bodywork dengan tangki model Mustang serta fender aluminium berbalut custom painting bercorak songket Palembang berwarna purple. Hal ini untuk mencirikan khasanah kekayaan corak budaya Indonesial dari kampung Pagar Alam Sumatera Selatan, asal sang pemilik. Motor ini dibuat sebagai hadiah khusus untuk orang yang dicintainya.

4. Gerald 22

“Janji Seorang Ayah” Suatu mahakarya kolaborasi dari Yurides Indra yang akrab disapa Ndra King asal Bandung dan Gege"s Garage asal Pekanbaru - Riau ini memiliki makna yang sangat mendalam. Motor Harley-Davidson type Sportster lansiran tahun 2006 ini merupakan wujud nyata persembahan dari sang ayah untuk mendiang anaknya yang telah berpulang pada sang pencipta saat masih berusia empat tahun.

Ronny Sinaga sebagai pemiliknya, dahulu pernah berkeinginan dan berjanji untuk membuatkan sebuah motor bagi sang anak yaitu almarhum Gerald R Sinaga. Mereka akan riding bersama saat putera tersayangnya menginjak usia 17 tahun. Namun yang Maha Kuasa berkehendak lain. Gerald yang memiliki sifat periang telah berpulang mendahului.

Dengan tekad kuat tersebut tidak lantas menjadi pupus. Janji adalah sesuatu yang harus ditunaikan menurut Ronny Sinaga akan ikrar yang pernah terucap. Oleh karenanya project harus tetap berjalan. Maka dipilihlah basic dari brand terkemuka yaitu Harley-Davidson Sportster karena mengusung berbagai kelebihan dan dikenal juga sebagai motor simple namun berkarakter kuat.

Dalam proses rancang bangun hingga penyematan seluruh part sampai ke aksesori telah melewati berbagai pertimbangan yang sangat matang. Sosok nantinya haruslah sesuai dengan apa yang diemban sebagai tujuannya.

Kini, kuda besi Amerika lansiran 2006 ini telah menjadi sosok lain yang penuh dengan cerita tentang Janji Seorang Ayah. Identitas dari pemiliknya turut disematkan dalam alunan kombinasi cat di sekujur bodynya yaitu motif Ulos Sumatra Utara.

Motif Ulos Batak sangat sesuai mengisi aura pada motor ini dikarenakan karya ini adalah wujud kasih seorang ayah pada putra tercintanya.

5. Badak Agung

“Badak Agung” Badalah nama yang diberikan untuk motor bergaya cafe racer dengan basis motor Kawasaki ZR 600 tahun 2001 yang diusung oleh AMS Garage dari Pulau Bali, Indonesia. Motor ini memang mengambil inspirasi dari binatang Badak yang dikenal memiliki karakter kuat dan kekar. Konstruksi yang kokoh terlihat dari aplikasi kaki-kaki yang digunakan memakai perangkat motor gede lainnya dengan mengukur kekuatan dan menonjokkan keindahan.

Konsep itulah yang diusung pada motor ini, di mana secara keseluruhan bagian body work masih terlihat mentah atau lebih dikenal sebagai raw finishing. Lapisan bodinya terbuat dari material aluminium yang sengaja menjadi ciri dari karya orisinal disertai teknik craftmanship tinggi termasuk saluran knalpot berbahan stainless steel.

Sang builder Ajus Mulyawarman, memilih basis motor custom bergenre pengumbar adrenalin yakni sosok sportbike, yang tidak lepas dari keinginan sang builder untuk bisa tampil penuh menggabungkan antara kekuatan engineering serta performa mesin maksimal. Bagian head fairing-nya mengambil ide dari kepala yang digunakan oleh pendekar Samurai Jepang pada jaman dulu.

6. Gajah Ireng

Satu lagi karya AMS Garage garapan Ajus Mulyawarman untuk memperlihatkan karya kreatifnya membuat motor custom menganut aliran Prostreet America yang diberi nama “Gajah Ireng”. Garapan workshop terkemuka di Bali ini mengumbar desain rancang bangun sebagai sebuah harmonisasi antara seni dan teknik rekayasa engineering.

Ilustrasi seekor gajah sesuai dengan julukannya terekam dari kontur body work serta aplikasi konstruksi roda mengandalkan ban tapak lebar di buritan yakni 300 x 18” dan dimensi 150 x 18” di bagian depan. Hal ini merupakan upaya AMS mengkreasi sebuah karya dengan memperlihatkan pondasi kokoh dalam menaklukan jalanan di mana jantung pacunya mengadopsi mesin S&S

Meski terlihat gambot, namun bagian bodi Gajah Ireng terbuat artistik. Berbahan aluminium yang ringan namun kuat dilabur kelir hitam dengan polish krom serta dipadukan warna gold leaf, motor ini juga memasukan unsur budaya Bali dimana terdapat grafis ukuran khas Pulau Dewata.

7. Queen Lekha Choppers

Sukses berpartisipasi dalam gelaran 26th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2017 dengan meraih penghargaan Free custom Cycles Mooneyes Spain Award, tidak lantas membuat workshop Queen Lekha Choppers berpuas diri.

Mengusung karya terbaru “The Falcon”, motor custom bergenre old skool chopper berbasis mesin S&S Knucklehead KN 74 ini mengungkap tema besar Native American. Punggawa Queen Lekha Choppers Muhammad Perdana Agung Satria yang akrab disapa dengan Yayak Lekha mengungkapkan soal filosofi yang menjadi konsep dasar motor ini.

“Kami sangat menyukai pattern dan motif dari suku Indian. Selain itu inspirasi semangat dan etos kerja suku asli Amerika tersebut memacu kami untuk terus berproses dan kemudian mencoba untuk menuangkan berbagai latar inspirasi dalam karya ini, pada akhirnya “The Falcon” adalah representasi kerja keras kami selama berada di dalam industri custom kulture tanah air ”.

Proses pengerjaan The Falcon memakan waktu kurang lebih tiga bulan dan sangat dipersiapkan secara khusus untuk merebut perhatian dunia. Konsep yang kuat direfleksikan dalam setiap detail motor, selain itu aspek estetika dan teknikal tak luput dari tangan dingin Queen Lekha Choppers. Artis painting ternama Danny Hacka diberikan kepercayaan untuk menuntaskan pengecatan dengan pattern dan motif suku Indian. Untuk menyempurnakan detail, Sweda, pakar kriya logam dan perak menorehkan karya beberapa part dari The Falcon secara handmade.

“Setiap aspek pada motor ini menampilkan simbol dan filosofi suku Indian, kalau kita perhatikan desain tangki merupakan perwujudan tenda pemukiman suku Indian, Sektor exhaust yang merupakan simbol anak panah, dan tentunya karena ini merupakan sebuah karya motor kami berpikir keras untuk menuntaskan aspek estetika teknikal yang sesuai dengan filosofi karya Queen Lekha Choppers” ungkap Yayak Lekha menambahkan.

8. Kanjeng Nyai

Kali ini, M Yusuf Adib Mustofa, builder Psychoengine Indonesia, membuat inovasi terbarunya berjuluk Kanjeng Nyai. Hasil racikan spesial dari sisi mesin yang menjadi keahliannya, ditambah konstruksi suspensi depan hingga penjabaran soal namanya.

“Kanjeng Nyai” berartikan pendamping dari seseorang yang memiliki kedudukan tinggi, serta laburan warna hijau sebagai lambang harmonisasi dan kedamaian. Hal ini masih ditambah dengan motif batik sebagai ciri dari budaya Jawa sebagai pendamping seorang raja yaitu “Kanjeng Nyai”.

Melihat sosok Kanjeng Nyai, seperti sebuah cerita dari perjalanan Yusuf dalam mengetengahkan karya-karya spektakuler khususnya ketika mengcustom sebuah konfigurasi mesin. Basic dari motor ini adalah Honda CB 100 1976 1 silinder kemudian dicustom secara handmade menjadi 3 silinder konfigurasi W-Engine.

Setiap silindernya berkapasitas 156cc dengan total kapasitas mesin sekarang melonjak menjadi 468cc. Engine dari motor ini adalah pengembangan dari generasi W-Engine terdahulu pada seri pertama 2011, seri kedua 2015, dan seri terbaru di tahun 2018. Pengerjaan custom engine selama 1 tahun.

Soal rancangan frame, Yusuf menggunakan pipa Seamless Steel dengan proses pembentukan selama 1 bulan untuk mendapatkan akurasi dan karakter chopper. Selain dari mesin, ada pemandangan lain yang unik pada motor ini yakni desain suspensi depan bergaya Single Fork.

Tentu saja, semuanya sudah diperhitungkan matang oleh Yusuf untuk membuat terobosan barunya. Menurut Yusuf, ide soal fork model mono untuk mengingatkan kembali masa mudanya yang doyan memacu Vespa.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/nzr/crn)
Berita Terkini Selengkapnya