Kisah Angker Jurang Tangis di Jalur Eksotis Hutan Baluran Situbondo-Banyuwangi

Oleh Redaksi Otosia pada 09 Agu 2018, 15:15 WIB
Diperbarui 09 Agu 2018, 15:15 WIB
Foto by englishsourcery
Foto by englishsourcery

Otosia.com Jika pernah menuju Bali melalui jalur darat, otolovers akan melewati dua jalur. Yakni, jalur hutan Baluran (Situbondo-Banyuwangi) dan Gunung Gumitir (Jember-Banyuwangi).

Kedua jalur tersebut sama-sama melewati hutan. Namun, hutan di Gumitir tak sepanjang jalur yang menghubungkan Situbondo dan Banyuwangi.

Hutan Baluran yang juga dikenal sebagai Africa van Java ini memang terkenal akan keeksotisannya. Hanya saja, di balik seksinya pemandangan hutan Baluran ada spot yang membuat penduduk sekitar pun tak cukup berani mendekat.

Adalah Jurang Tangis, yang konon dulunya adalah aliran sungai yang bermuara ke Selat Bali. Berbagai kisah mengerikan berkembang di kalangan masyarakat tentang Jurang Tangis ini.

Konon, di sekitar jurang dengan kedalaman 18 meter itu sering terdengar suara perempuan menangis. Sehingga spot tersebut dikenal dengan Jurang Tangis.

Rumor yang berkembang di masyarakat, suara tangisan itu berasal dari kisah masa lalu. Seorang gadis yang menunggu kekasihnya datang dan justru didorong masuk jurang oleh kekasihnya itu sendiri.

Sehingga kepala si gadis itu pecah karena terbentur batu. Gadis itu tewas seketika dan arwahnya disebut-sebut menghuni Jurang Tangis. Tak jarang sosoknya pun muncul di tepi jalan dan dituduh sebagai penyebab kecelakaan di jalur hutan baluran yang dikenal sebagai jalur tengkorak.

Tak berhenti disitu, keangkeran Jurang Tangis di jalur Situbondo-Banyuwangi ini juga diperparah dengan cerita pembuangan mayat G30S/PKI. Jurang Tangis menjadi tempat pembuangan mayat yang diisukan berjumlah ribuan.

Selain pembuangan mayat G30s/PKI, Jurang Tangis juga disebut sebagai tempat pembuangan mayat operasi Petrus, yang mana targetnya adalah penjahat.

Kemunculan makhluk halus di jalur sepanjang 24 km itu juga dibarengi dengan rumor aroma busuk mayat. Konon, siapapun yang mencium aroma tersebut maka itu merupakan tanda bahwa akan ada petaka yang menimpa dirinya.

Berani lewat jalur ini nggak Otolovers?

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya