Berapa Lama Turbojet Bisa Bertahan di Kendaraan?

Oleh Redaksi OtosiaNazarudin Ray pada 26 Mar 2018, 16:45 WIB
Diperbarui 26 Mar 2018, 16:45 WIB
Foto : Nazar Ray
Foto : Nazar Ray

Otosia.com Pemasangan turbojet di mobil atau sepeda motor bisa meningkatkan performa mesin. Pasalnya, tarikan menjadi lebih enteng dan responsif.

Hal ini disebabkan oleh cara kerja turbojet yang menambah suplai udara ke mesin. Seringkali mesin kekurangan pasokan oksigen setelah akselerasi spontan.

Tapi berapa lama alat itu bisa dipakai di mesin mobil? Harun Tanjung, pemasar produk turbojet dengan merek Proxima di Dutamas Fatmawati, Jakarta, mengatakan bahwa usia alat tersebut tergantung pada jenis mobil.

"Soal lifetime, dia kan memang muter terus (baling-baling turbojet karena menempel di mesin). Mungkin kalau mobil mesin bensin 2.000 cc, masa pakainya bisa 80.000-100.000 km lifetime bearing," kata Harun Tanjung dari Proxima.

Bearing atau cincin pada baling-baling inilah yang dijadikan acuan usia pakai. Sisanya, menurut dia, bisa lebih lama lagi. Bearing yang rusak pun efeknya akan menimbulkan bunyi keras ketika berputar.

Lalu yang juga diwanti-wanti adalah kalau turbojet ini dipasangkan ke mesin turbo diesel. Pasalnya, sifat kerja mesin turbo lebih banyak membutuhkan pasokan udara. Artinya baling-balik turbojet akan lebih sering lagi berputar.

"Kalau turbo diesel lebih pendek umurnya karena putaran lebih tinggi 50.000-60.000 km. Kalau Land Cruiser mungkin 40.000 km (sudah harus ganti bearing)."

Bagaimana dengan mobil yang bermesin di bawah 2.000 cc? Harun menyebutkan bahwa tentu masa pakainya bisa lebih lama lagi.

"Kalau mobil kecil bisa 150.000 km. Iya, ganti bearing aja. Kalau motor yang lebih lama juga kan dia kecil," kata dia.

 (kpl/nzr/crn)
Berita Terkini Selengkapnya