Dipakai Terus di Jalan Biasa, Ban Offroad Gampang Aus dari Ban Reguler

Oleh Nazarudin Ray pada 15 Mar 2018, 17:15 WIB
Diperbarui 15 Mar 2018, 17:15 WIB
Foto Ilustrasi by Nazar Ray
Foto Ilustrasi by Nazar Ray

Otosia.com Ban offroad buat sepeda motor ataupun mobil memang bikin tampilan jadi berbeda. Wujud mobil-motor pun langsung berubah kekar, di samping juga bikin aura reli atau custom jadi terasa kental.

Biasanya keputusan untuk memakai ban ini juga dibarengi dengan pikiran pasti awet. Pertimbangannya, ban tersebut lebih tebal daripada ban umumnya.

Memang dari tampilan terlihat tebal. Namun sebenarnya kembangan terlihat sudah rusak, bahkan bagian dalam retak-retak.

"Biasanya ban offroad umur pakainya lebih singkat dibanding ban reguler harian apalagi jika ban offroad tersebut dipakai harian untuk di jalan raya," begitu menurut penjelasanJimmy Handoyo, Technical Development Department Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen ban sepeda motor merek FDR.

Ia menjelaskan kalau kerusakan karena konstruksi ban tidak sesuai dengan peruntukannya.

"Secara konstruksi dan pattern, ban tersebut untuk offroad. Jadi, wajar apabila lebih singkat umur pakainya bila ban offroad dipakai di onroad sebagai ban harian," kata dia.

Sebagai gambaran, ban offroad punya bagian menonjol sebagai grip untuk menapaki medan yang becek, tetapi sebenarnya lembek.

Ketika ban yang harusnya untuk medan lembek itu beradu dengan aspal, maka yang terjadi adalah benturan yang cukup sering. Tidak heran, ban pun retak-retak.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini
 (kpl/nz/tys)
Berita Terkini Selengkapnya