Pajak Sedan Dipangkas, Honda Pikir-pikir Soal Potong Harga

Oleh Dimas Wahyu pada 12 Mar 2018, 16:15 WIB
Diperbarui 12 Mar 2018, 16:15 WIB
Ilustrasi foto Honda City by honda.com.au
Ilustrasi foto Honda City by honda.com.au

Otosia.com Rencana pemerintah memangkas pajak mobil sedan, membuat asumsi bahwa harga-harga mobil sedan pun akan jadi lebih murah.

Harga sedan Honda jadi murah pun salah satu yang muncul dalam bayangan PT Honda Prospect Motor (HPM). Meski demikian, ada aspek lain yang juga menjadi pertimbangan dan tidak bisa mereka memutuskan untuk turut memangkas banderol sedan-sedannya.

"Sekarang kan sedan 30 persen pajak barang mewah. Kami kan tidak tahu pajak barang mewah akan turun berapa besar. Ke depannya akan seperti apa, apakah harga turun atau fiturnya ditambahkan. Itu yang kami belum tahu," kata Marketing and After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy.

Status HPM sendiri saat ini hanya turut pada keputusan pemerintah. Terlebih lagi, isu pangkas pajak barang mewah untuk sedan sudah muncul sekian tahun lalu.

"Lagi pula ini kan isu lama sudah sejak lima tahun lalu, dan mungkin lebih lama lagi. Yang jadi pertanyaan kenapa dibedakan yang komersial (passanger) dan sedan (secara pajak)," kata dia.

HPM saat ini memasarkan sedan termurah di tipe City. Yang termurah adalah tipe E, yakni Rp 313 juta.

Mungkinkah pangkas pajak membuat City jadi Rp 200 jutaan atau bahkan di bawahnya? HPM tidak mau terlalu memusingkan dengan harga saat ini karena Indonesia disebut bukan pasar sedan.

"Ya kami ikuti pemerintah saja karena segmen sedan kan banyak dari 1.500 cc sampai 3.000 cc. Ini yang dimaksud apa. Kalau yang 1.500 cc berjalan seperti sekarang ya sudah. Basic-nya Indonesia bukan market sedan. Untuk mengubah jadi market sedan, butuh waktu," kata dia. 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/why/sdi)
Berita Terkini Selengkapnya